Topik Berita:

Teroris

Pasca Penyerangan Polda Riau oleh Terduga Teroris, Polda Sumbar Perketat Pengamanan

Kamis, 17-05-2018 | 10:52 WIB | Provinsi Sumatera Barat
Pasca Penyerangan Polda Riau oleh Terduga Teroris, Polda Sumbar Perketat Pengamanan PortalSumbar - Markas kepolisian daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) mulai memperketat pengamanan, hal ini pasca terjadinya serangan teroris di kantor Polda Riau, Rabu (16/5) pagi waktu setempat.Kabiro Ops Polda Sumbar Kombes Pol Djihartono mengatakan, selain Mapolda Sumbar, markas polisi hingga tingkat Polsek juga meningkatkan sistem pengamanannya."Saat ini seluruh tingkatan kepolisian dari...

Jenazah Pembakar Polres Dharmasraya Tiba di RS Bhayangkara Padang

Minggu, 12-11-2017 | 20:53 WIB | Kab. Dharmasraya
Jenazah Pembakar Polres Dharmasraya Tiba di RS Bhayangkara Padang PortalSumbar - Dua jenazah pelaku pembakaran Polres Dharmasraya, tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Minggu (12/11) sore sekitar pukul 17.30 WIB.Kedua jenazah tersebut dibawa dari Dharmasraya ke Padang dengan menggunakan mobil ambulance RSUD Sungai Dareh Dharmasraya, dan dikawal oleh sejumlah aparat kepolisian.Setiba di RS Bhayangkara, kemudian jenazah dibawa ke ruang jenazah untuk dilakukan...

Kapolda Sumbar : Pelaku Pembakaran Polres Dharmasraya adalah Teroris

Minggu, 12-11-2017 | 20:15 WIB | Kab. Dharmasraya
Kapolda Sumbar : Pelaku Pembakaran Polres Dharmasraya adalah Teroris PortalSumbar - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Kapolda Sumbar), Irjen Pol Drs. Fakhrizal, M.Hum mengatakan, kebakaran yang terjadi di Mapolres Dharmasraya dini hari tadi, dipastikan oleh teroris."Diduga kedua pelaku merupakan teroris. Pelaku sempat mengatakan Polisi Thogut, Allahuakbar", ujar Irjen Pol Drs. Fakhrizal.Pelaku diketahui bernama Eka Fitria Akbar (24) beralamat di Bungo...

Perkembangan Terkini mengenai Pemblokiran Akses Aplikasi Telegram

Selasa, 18-07-2017 | 23:04 WIB | Nasional
Perkembangan Terkini mengenai Pemblokiran Akses Aplikasi Telegram portalsumbar.com - Berdasarkan temuan dari Kementerian Kominfo dan Kementerian/Lembaga terkait telah ditemukan konten -- konten yang tidak sesuai dengan perundang-undangan terutama konten yang menyangkut penyebaran radikalisme dan terorisme. Untuk itu Kementerian Kominfo mengirim permohonan kepada pihak Telegram untuk membersihkan konten -- konten tersebut dari seluruh kanal yang difasilitasi...