Berbuat Satu Kebaikan, Balasannya Ribuan Kebaikan yang tak Terduga

Ucok Simanjuntak | Kamis, 30-05-2019 | 16:11 WIB | 63 klik | Provinsi Sumatera Barat

Oleh : Dr. Elva Ronaning Roem

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Andalas Padang

PortalSumbar - Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)"(Surah Al- An'am [6]: 160).

Surat Al-An'am ayat 160 itu seakan tak henti membuat saya menangis, karena kejadian nyata yang memang saya alami. Sekali berbuat kebaikan maka balasannya ribuan kebaikan yang saya dapat.

Hal ini berawal dari kebaikan seorang sahabat yang menawarkan saya untuk membantunya secara insidentil. Sayapun intens memberikan bantuan sejak beberapa tahun belakangan.

Saya melakukan semua aktivitas itu tanpa pamrih, Lillahi Ta' ala. Itu adalah komitmen saya untuk sahabat tersebut.

Apapun yang saya lakukan untuknya biarlah hanya ALLAH SWT saja yang membalasnya. Saya tak mampu meminta apapun pada sahabat terbaik saya itu karena selama ini dia sudah sangat baik pada saya, tidak hanya secara moril namun juga material.

Bahkan saya tak pernah berusaha untuk memanfaatkan kesempatan ini. Saya beranggapan bantuan yang diberikan itu merupakan rejeki untuknya dari ALLAH SWT melalui saya.

Nilainya lebih dari Rp 10 Juta

Beberapa minggu lalu sahabat saya mendadak mengajak saya untuk bertemu. Seperti biasa sayapun berpikir, mungkin ada pekerjaan yang harus saya selesaikan untuknya.

Biasanya saya bekerja padanya hanya melalui telepon, email dan WA. Atapi kali ini dia ingin bertemu dengan saya.

Kamipun sepakat bertemu. Dalam pertemuan itu sahabat saya sama sekali tidak membicarakan tentang pekerjaan, justru hanya berbicara santai dan menanyakan kabar saya saja.

Pembicaraan kami diakhiri dengan sesuatu hal yang membuat saya terkejut. Sahabat tersebut memberi saya selembar mata uang asing yang nilainya lebih dari Rp 10 juta.

Katanya pada saya spontan, "Seharusnya saya memberikan ini ketika kamu ke luar negeri beberapa waktu lalu. Semoga bermanfaat untuk kamu."

Saya tertegun dan agak lama untuk bisa menerimanya. Bahkan sambil bercanda dan tersenyum sahabat saya bilang, "Kok cuma diam saja. Ayolah diambil, ini uang asli loh."

Dia berujar lagi, "saya tidak bisa kasih apa pun sama kamu. semoga ALLAH SWT selalu memberikan kebaikan untuk kamu dan keluarga karena sudah berbuat baik pada saya." Dan sayapun mengamini semua perkataannya.

Dalam hati saya berkata, Ya ALLAH betapa besarnya Karunia yang Engkau berikan untuk saya. Betapa banyaknya rejeki yang saya peroleh dari Engkau ya ALLAH melalui rejeki yang dimiliki sahabat saya.

Menang MTQ, Berbagi Rejeki pada Belasan Cleaning Service

Rejeki yang saya dapat dari sahabat itu pun, saya bagikan pula ke orang lain. Sebagai tanda suka cita bahwa rejeki orang lain juga ada pada apa yang saya dapat.

Alhamdulillah sayapun berbagi rejeki pula di Ramadhan Kareem ini pada belasan "Cleaning Service" di kantor saya. Mereka yang kurang mampu berhak untuk ditolong.

Tidak hanya sampai di situ saja rupanya rejeki itu datang pada saya. Beberapa hari setelah mendapat rejeki berbentuk uang dari sahabat saya, dan saya berusaha untuk berbagi pula pada orang lain, mendadak saya mendapat rejeki lain yang bahkan membuat saya tak mampu menahan air mata. Kali ini saya dipercayakan oleh para Juri yang menilai saya saat berlomba dalam kegiatan Musabaqoh Tillawitil Quran (MTQ) tingkat pegawai di kantor untuk menang dalam kompetisi itu. Saya berhasil menjurai baca Alquran berseni itu.

Berlinang air mata ini. Nikmat mana lagi yang tak mungkin saya dustai. betapa baiknya ALLAH SWT pada saya.

Padahal awal tujuan saya Mengikuti MTQ itu adalah hanya untuk mendapatkan pahala dari ALLAH SWT sekaligus ingin menunjukkan contoh pada anak-anak saya pentingnya belajar mengaji untuk diri- sendiri serta bermanfaat di dunia dan di akhirat kelak.

Sungguh, rasanya apa yang ALLAH SWT berikan kepada saya amatlah sangat istimewa. Sama sekali tidak pernah saya sangka-sangka sebelumnya.

Hasilnya Dahsyat dan Luar Biasa

Saya teringat pesan seorang Aqua Dwipayana, sang Motivator dan pakar Komunikasi yg terkenal dengan "The Power of Silaturahim" nya itu. suatu hari dia pernah berpesan pada saya, Jika ingin mendapat ribuan kebaikan maka harus menebarkan pintu kebaikan-kebaikan pula.

Pak Aqua tidak sekedar berkata2. Beliau telah melakukan dan membuktikan sendiri semua yg disampaikan. Hasilnya dahsyat dan luar biasa.

Seakan kata-kata Aqua sang Guru Hebat yang multi talenta dalam memberikan motivasi pada ratusan ribu orang itu adalah nyata. Dalam realitas kehidupan segala sesuatu bukan datang dengan sendirinya tapi dimulai terlebih dahulu dengan niat yang ikhlas pada diri setiap individu.

Ibarat seorang petani yang menanam buah. Awalnya, tanaman itu berasal dari benih yang ditanam. Sang petani itu lalu merawatnya, memberi pupuk, dan menyiraminya setiap waktu. Hingga tiba saatnya masa panen dan seluruh manusia ikut merasakan buah dari tanaman tersebut.

Begitulah perbuatan baik seseorang. Kebaikan apa pun yang ia lakukan, sejatinya ia sedang menyiapkan tanaman yang kelak berbuah manis.

Sesungguhnya ALLAH SWT Maha Melihat dan Mendengar, maka tak satu pun kebaikan hamba-Nya melainkan langsung tercatat dan berbalas kebaikan pula. Bahkan termasuk kebaikan-kebaikan yg disepelekan. Sekecil biji Zarrah, misalnya.

ALLAH SWT berfirman:

"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)Nya." (Surah Al-Zazalah [99]: 7).

Hikmah yang saya ambil dari perkataan Pak Aqua, adalah Jangan bingung tentang kebaikan apa yang akan bisa dilakukan. Sebab setiap manusia telah dibekali ragam nikmat dan lebih lengkap dibandingkan yang dimiliki makhluk hidup lainnya.

Ada tangan yang bisa digunakan untuk membantu atau bersedekah. Ada mulut dan lidah yang bisa dipakai untuk tilawah Al Qur'an atau berbagi ilmu pengetahuan.

Ada sepasang kaki yang bisa melangkah ke masjid atau tempat ibadah dan majelis ilmu untuk meraih ilmu yang bermanfaat. Ada pena yang bisa digerakkan, menulis hal-hal yang bermanfaat, menyeru kepada kebenaran dan mengingkari kemungkaran yang terjadi di tengah masyarakat. Dan banyak lagi yang bisa diperbuat oleh setiap orang dalam berbuat kebaikan.

Lalu, dengan apalagi kita mengelak bahwa kita sulit melakukan kebaikan?

Ladang kebaikan telah ALLAH SWT siapkan seluas langit dan bumi. Sarana untuk mengerjakan kebaikan juga melimpah berada di sekitar manusia. Ia tak terhitung jumlahnya dan pastinya waktu 24 jam dalam sehari adalah masa yang cukup untuk menebar kebaikan dalam kehidupan.

#jangan lupa bahagia

Salam

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar