Polri Jelaskan soal Brimob Pukuli Pria di Kampung Bali, Isu Korban Tewas Hoax

Ucok Simanjuntak | Sabtu, 25-05-2019 | 10:13 WIB | 77 klik | Nasional
Polri Jelaskan soal Brimob Pukuli Pria di Kampung Bali, Isu Korban Tewas Hoax

Polri (net)

PortalSumbar - Jakarta, Sebuah video viral di media sosial Twitter karena berisi rekaman pemukulan seorang pria oleh sejumlah anggota Brimob. Pada versi viral menyebut, pria yang dipukuli adalah berusia di bawah umur dan tewas. Padahal Polisi memastikan tidak ada korban tewas dalam insiden itu.

Informasi yang dihimpun, peristiwa pemukulan yang terdapat dalam video viral tersebut berada di dekat Mesjid Al Huda, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan peristiwa yang terdapat dalam video tersebut faktanya adalah penangkapan salah seorang perusuh pada Kamis (23/5) pagi di lokasi dekat masjid Al Huda oleh Brimob dan si perusuh masih hidup.

"Narasi dalam video yang viral di Twitter yang mengakibatkan korban meninggal dunia karena aparat adalah tidak benar alias hoax. Orang yang dalam video tersebut adalah pelaku perusuh dan sudah diamankan berinisial A", kata Brigjen Pol Dedi.

Polisi mengamankan A alias Andri Bibir saat kerusuhan pada 22 Mei 2019, ia diketahui menyuplai batu-batu besar untuk para demonstran yang hendak membuat suasana kacau. Andri juga membantu menyediakan air bilas untuk para demonstran yang terkena tembakan gas air mata dengan maksud agar kerusuhan berlanjut.

"Dalam kerusuhan tanggal 22 Mei menyiapkan berbagai macam properti yang dia gunakan dalam rangka untuk melakukan kerusuhan dan penyerangan terhadap petugas antara lain batu. Batu itu disiapkan tersangka Andri Bibir untuk disuplai kepada teman-temannya yang melakukan demo. Demo ini tidak spontan, artinya by setting untuk menciptakan kerusuhan," jelas Dedi.

"Dia juga menyiapkan jerigen berisi air agar teman-temannya yang terkena gas air mata bisa cuci muka dengan air di jerigen ini," sambung dia.

Lalu mengapa Andi sampai dipukuli beramai-ramai? Menurut Dedi, aparat melakukan tindakan represif terhadap Andri karena pria 30 tahun tersebut berupaya kabur saat hendak diamankan.

"Andri Bibir ini waktu lihat anggota, langsung dia mau kabur karena merasa salah. Ketakutan dia. Dikepung oleh anggota pengamanan," jelas Dedi.

Saat ini Andri mendekam di Rutan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya guna menjalani proses hukum.(*)

Berita ini telah terbit sebelumnya di Detik.com dengan judul "Isu Korban Tewas Hoax, Polri Jelaskan soal Brimob Pukuli Pria di Kampung Bali"

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar