Peran Bhabinkamtibmas sebagai Komunikasi Polisi

Ucok Simanjuntak | Kamis, 23-05-2019 | 19:24 WIB | 138 klik | Nasional
Peran Bhabinkamtibmas sebagai Komunikasi Polisi

Peran Bhabinkamtibmas sebagai Komunikasi Polisi

oleh : Rahmat Fauzi, Mahasiswa Pascasarjana FISIP Unand

PortalSumbar - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bertugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat.

Dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban, berbagai kegiatan telah dilakukan oleh Polri dengan menyampaikan himbauan, sosialisasi, serta pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat. Salah satu yang berperan dalam menyampaikan hal tersebut ialah Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Kamtibmas).

Bhabinkamtibmas merupakan anggota Polri yang ditugaskan di tiap-tiap Kelurahan, Nagari, maupun Desa yang ada di wilayah Indonesia. Tugas dan tanggung jawabnya telah diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pemolisian Masyarakat.

Fungsi Bhabinkamtibmas merujuk pada Pasal 26 Perkap No 3 Tahun 2015, dimana fungsinya adalah melaksanakan kunjungan/sambang kepada masyarakat untuk mendengarkan keluhan warga masyarakat tentang permasalahan Kamtibmas dan memberikan penjelasan serta penyelesaiannya, memelihara hubungan silaturahmi/persaudaraan, Membimbing dan menyuluh di bidang hukum dan Kamtibmas untuk meningkatkan kesadaran hukum dan Kamtibmas dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM).

Kemudian, menyebarluaskan informasi tentang kebijakan pimpinan Polri berkaitan dengan Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas). Mendorong pelaksanaan siskamling dalam pengamanan lingkungan dan kegiatan masyarakat. Memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat yang memerlukan. Menggerakkan kegiatan masyarakat yang bersifat positif. Kemudian mengkoordinasikan upaya pembinaan Kamtibmas dengan perangkat desa/kelurahan dan pihak-pihak terkait lainnya, dan melaksanakan konsultasi, mediasi, negosiasi, fasilitasi, motivasi kepada masyarakat dalam Harkamtibmas dan pemecahan masalah kejahatan dan sosial.

Selanjutnya, tugas pokok Bhabinkamtibmas adalah melakukan pembinaan masyarakat, deteksi dini dan mediasi/negosiasi agar tercipta kondisi yang kondusif di desa/kelurahan.

Bagaimana itu bisa terjadi, yakni dengan peran Bhabinkamtibmas berkunjung dari rumah ke rumah pada seluruh wilayah penugasannya, ataupun berkunjung ke tempat berkumpulnya masyarakat seperti Poskamling, komunitas masyarakat, kantor Lurah (Wali Nagari) dan di lembaga Kerapatan Adat Nagari (KAN).

Komunikasi yang dilakukan Bhabinkamtibmas berupa menyampaikan pesan-pesan dan himbauan kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengetahui apa saja yang harus mereka ketahui dan lakukan, khususnya dalam menjaga diri terhadap ancaman dan gangguan Kamtibmas.

Penyampaian pesan Kamtibmas ini sesuai dengan Teori Jarum Hipodermik. Teori jarum hipodermik atau dikenal juga dengan sebutan teori peluru merupakan salah satu teori komunikasi massa yang merupakan salah satu model komunikasi linear. Menurut teori jarum hipodermik, pesan digambarkan seperti sebuah peluru ajaib yang memasuki pikiran khalayak dan menyuntikkan beberapa pesan khusus.

Pesan khusus yang disampaikan oleh Bhabinkamtibmas secara terus menerus dan berkelanjutan ini, maka situasi Kamtibmas yang kondusif di tengah-tengah masyarakat akan terlaksana dan sesuai dengan apa yang diharapkan Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan kepada masyarakat.

Maka dari itu, tentu untuk menjadi Bhabinkamtibmas yang handal harus bisa berkomunikasi dengan baik dan lancar. Karena selaku komunikan yang bagus maka akan diterima dengan baik oleh komunikator, sehingga apa yang disampaikan Bhabinkamtibmas (komunikan) dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat (komunikator).(*)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar