Terungkap, Penemuan Mayat di Bukit Sundi Solok ternyata Korban Pembunuhan

Ucok Simanjuntak | Jumat, 17-05-2019 | 23:31 WIB | 162 klik | Kota Solok
Terungkap, Penemuan Mayat di Bukit Sundi Solok ternyata Korban Pembunuhan

Kapolres Solok Kota AKBP Doni Setiawan didampingi Wakapolres dan Kasat Reskrim saat konferensi pers

PortalSumbar - Misteri penemuan mayat laki-laki di Bukit Sundi, Kabupaten Solok pada hari Selasa (14/5) sore akhirnya terkuak.

Delvi Busyra (41), warga Jalan Singgalang, Gunung Pangilun, Kota Padang yang ditemukan tewas bersimbah darah ini, ternyata merupakan korban pembunuhan.

Hal ini dikatakan oleh Kapolres Solok Kota AKBP Doni Setiawan, saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus tersebut, Jumat (17/5).

Dalam keterangan oleh Kapolres tersebut, pelaku pembunuhan diketahui bernama Rahman als Fito (28) warga Lubuk Jorong Koto Panjang, Nagari Muaro Panas, Kec. Bukit Sundi Kab. Solok.

"Tersangka ditangkap pada hari Kamis tanggal 16 Mei 2019 sekira pukul 16.30 WIB di Padang Aro Kabupaten Solok Selatan", ujarnya dihadapan awak media.

Kronologis penangkapan, setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan mayat laki-laki dengan kondisi penuh luka-luka dan bersimbah darah.

Melihat jasad korban yang penuh luka tusukan, selanjutnya Satreskrim Polres Solok Kota dan Polsek Bukit Sundi melakukan penyelidikan untuk mengungkap kematian korban.

"Berdasarkan pengembangan dan hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi dilapangan, diketahui bahwa tersangka adalah Rahman panggilan Fito kemudian dilakukan upaya penyelidikan keberadaan tersangka", tambahnya.

Setelah memperoleh informasi tersebut, Tim Opsnal Satreskrim langsung memburu tersangka yang saat itu hendak kabur melarikan diri ke arah Kerinci Provinsi Jambi.

Beruntung, dengan kesigapan dan kecepatan polisi akhirnya tersangka Rahman dapat ditangkap. Petugas terpaksa melumpuhkan kaki tersangka lantaran saat penangkapan tersangka sempat mencoba melarikan diri dan melawan petugas.

"Pada saat dilakukan penangkapan, tersangka melakukan perlawanan terhadap petugas, sehingga dilakukan tindakan represif terarah dan terukur", pungkasnya.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 bilah pisau kecil, Baju dan celana korban, 1 unit Handphone merk BlackBerry milik korban yang dibawa lari pelaku, 1 unit handphone milik pelaku dan 1 unit sepeda motor merk Supra tanpa plat nomor.

"Pelaku melanggar Pasal 340 jo 338 KUHP tentang Tindak Pidana Menghilangkan nyawa orang (pembunuhan berencana). Ancaman pidana mati atau seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun", ucapnya. (*).

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar

Berita Hukum & Kriminal