Instrumen Borjuasi pada Media Massa

Ucok Simanjuntak | Rabu, 17-04-2019 | 20:47 WIB | 158 klik | Kota Padang
Instrumen Borjuasi pada Media Massa

Meri Agustina, Mahasiswi Pascasarjana Ilmu Komunikasi Unand

Oleh : Meri Agustina

Mahasiswi Pascsarjana Ilmu Komunikasi UNAND

PortalSumbar - Konsep komunikasi massa pada satu sisi mengandung pengertian suatu proses dimana organisasi media memproduksi dan menyebarkan pesan kepada publik secara luas dan pada sisi lain merupakan proses dimana pesan tersebut dicari, digunakan, dan dikonsumsi oleh audience. Pusat dari studi mengenai komunikasi massa adalah media.

Media merupakan organisasi yang menyebarkan informasi yang berupa produk budaya atau pesan yang mempengaruhi dan mencerminkan budaya dalam masyarakat. Oleh karena itu, sebagaimana dengan politik atau ekonomi, media merupakan suatu sistem tersendiri yang merupakan bagian dari sistem kemasyarakatan yang lebih luas.

Media massa memberikan gambaran mengenai alat komunikasi yang bekerja dalam berbagai skala, mulai dari skala terbatas hingga dapat mencapai dan melibatkan siapa saja dalam masyarakat dalam skala yang sangat luas. Media massa terdiri dari media cetak, yaitu surat kabar dan majalah; Media elektronik, yaitu radio siaran, televisi, dan media online (internet).

Media massa adalah produk budaya masyarakat modern yang berpengaruh baik di sektor budaya, politik, maupun ekonomi.

Media massa pun telah berkembang menjadi industri raksasa yang menghasilkan banyak keuntungan finansial. Namun dibalik perkembangan media tersebut muncul berbagai kritik yang mengatakan bahwa media massa telah digunakan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan politik-ekonomi mereka dengan mengorbankan kepentingan banyak orang di dunia.

Menurut McQuail (2000), media massa memiliki sifat dan karakteristik yang mampu menjangkau massa dalam jumlah besar dan luas (universality of reach), bersifat publik dan mampu memberikan popularitas kepada siapa saja yang muncul di media massa. Karakteristik media tersebut memberikan konsekuensi bagi kehidupan politik dan budaya masyarakat kontemporer dewasa ini.

Dari perspektif politik, media massa telah menjadi elemen penting dalam proses demokratisasi karena menyediakan arena dan saluran bagi debat publik, menjadi calon pemimpin politik dikenal luas masyarakat dan juga berperan menyebarluaskan berbagai informasi dan pendapat.

Salah satu kritik yang disampaikan adalah bahwa media massa menjadi instrument borjuasi yang menyeret masyarakat ke dalam atmosfir berfikir kapitalis dan menempatkan masyarakat sebagai masyarakat massa (mass society) yang intinya adalah masyarakat konsumen.

Media massa mau tidak mau terlibat dalam konflik ini, karena media bertindak sebagai pembuat dan penyebar makna (meaning) atas peristiwa atau konflik yang terjadi yang terkait dengan kehidupan pribadi dan sosial kemasyarakatan.

Dalam perspektif Marxis, demokrasi borjuis bisa diartikan sebagai "sebuah sistem politik dimana orang-orang yang duduk di pemerintahan, dan tentu di lembaga-lembaga Negara lainnya, adalah orang-orang yang berasal dari kelas borjuis". Mereka adalah pemilik modal besar. Mereka yang selama ini mengendalikan keuangan, pabrik-pabrik dan mesin-mesin industri modern.

Oleh karena itu, borjuasi yang selama ini sudah berkuasa di pos-pos ekonomi, yang kemudian oleh sistem didorong untuk menempati pos-pos politik, akan dengan mudah mengeksploitasi buruh dan membunuh penghidupan jutaan rakyat miskin.

Media merupakan lembaga sosial yang terpisah namun berada dalam masyarakat. Media memiliki aturan-aturan dan tindakannya sendiri, namun demikian media massa harus memiliki definisi atau batasan (ruang lingkup) yang jelas terhadap masyarakat yang lebih luas. Selain itu, media pada akhirnya akan tetap tergantung pada masyarakat walaupun lembaga ini memiliki kedudukan independen, sejalan dengan semakin meningkatnya aktivitas media, peran ekonominya yang semakin besar dan kekuatannya secara informal.

Ada jenis media tertentu seperti televisi sebagai media yang mempengaruhi bagaimana kita berfikir tentang dan merespon pada dunia. Dan Komputer sebagai otak elektronik yang mampu melakukan bermacam-macam kegiatan dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Komputer tidak saja menjadi alat pengolahan data tapi juga memasuki wilayah komunikasi interaktif dalam bentuk internet. Internetpun terus dikembangkan hingga saat ini dengan berbagai fasilitas yang terdapat didalamnya seperti e-mail, chatting, download file dari berbagai situs, dan lain-lain. Sementara media bekerja dalam berbagai cara untuk segmen-segmen masyarakat yang berbeda, audiens tidak semuanya terpengaruh tetapi berinteraksi dengan cara yang khusus dengan media.

Untuk media penyiaran lama dikatakan lebih menekankan pada penyebaran informasi yang mengurangi peluang adanya interaksi. Media tersebut dianggap media informasional dan karenanya menjadi mediasi realitas bagi konsumen. Sebaliknya, media baru lebih interaktif dan menciptakan sebuah pemahaman baru tentang komunikasi pribadi.

Media baru juga mengandung kekuasaan dan batasan, kerugian dan keuntungan, dan kebimbangan. Sebagai contoh, media baru mungkin memberikan penggunaan yang terbuka dan flexible tetapi dapat juga menyebabkan terjadinya kebingungan dan kekacauan. Media baru mungkin memberikan keluasan waktu dalam penggunaan, tetapi juga menciptakan tuntutan waktu yang baru. Sebagai contoh, kita sekarang dapat mengecek surat elektronik kapan saja, tetapi mungkin harus menghabiskan beberapa jam sehari hanya untuk memeriksa surat elektronik.(*)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar