14-16 April masa tenang, ini larangan bagi peserta Pemilu

Ucok Simanjuntak | Minggu, 14-04-2019 | 08:58 WIB | 60 klik | Nasional
14-16 April masa tenang, ini larangan bagi peserta Pemilu

14-16 April masa tenang, ini larangan bagi peserta Pemilu

PortalSumbar - Peserta Pemilu tahun 2019, mulai tanggal 14-16 April dilarang berkampanye dalam bentuk apapun. Hal ini sesuai dengan ketetapan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait masa tenang.

Berdasarkan UU Pemilu No 7/2017, dalam pasal 278 berbunyi bahwa selama masa tenang, pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu presiden dan wakil Presiden dilarang menjanjikan atau memberikan imbalan kepada pemilih untuk: tidak menggunakan hak pilihnya, memilih pasangan calon, memilih partai politik peserta pemilu tertentu, dan memilih calon anggota DPR/DPRD/DPD tertentu.

Kemudian, pada Pasal 523 ayat (2) junto Pasal 278 ayat (2) UU Pemilu, sanksi jika melanggar larangan di tersebut yakni pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak Rp 48 juta.

Dalam Pasal 492 UU Pemilu, juga disebutkan tentang ketentuan tindak pidana pemilu. Pasal itu berbunyi tiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.

Dalam Pasal 449 UU Pemilu, pengumuman hasil survei atau jajak pendapat tentang pemilu tidak boleh dilakukan selama masa tenang.

Pada Pasal 509 UU Pemilu, lembaga survei yang melanggar ketentuan tersebut bisa dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.

KPU juga mengatur tentang larangan berkampanye di media sosial, sesuai Pasal 53 ayat (4) PKPU No 23/2018.

Selain itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan mengawasi kampanye di media sosial pada masa tenang. Bawaslu juga bekerja sama dengan Kominfo untuk mengawasi iklan di media sosial.(*)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar