Biadab!!! Ayah Memperkosa Putri Kandung

Ucok Simanjuntak | Rabu, 12-07-2017 | 14:55 WIB | 542 klik | Kab. Padang Pariaman
Biadab!!! Ayah Memperkosa Putri Kandung

Gambar: Ilustrasi Pemerkosaan

portalsumbar.com - Seorang warga Nagari Lohong, Sungai Limau, Padang Pariaman berinisial AF (47), diamankan polisi karena tega memperkosa anak kandungnya selama 2 tahun. Kini, AF meringkuk di tahanan Mapolsek Sungai Limau.

AF diduga memperkosa anak kandungnya, inisial S (18) yang saat itu masih berusia 16 tahun lebih dari satu kali. Korban tak kuasa menolak kehendak sang ayah karena takut diancam akan dipukul. Diduga, AF melakukan perbuatan itu sejak korban masih duduk di bangku kelas 1 SMA. Saat ini korban S duduk di bangku kelas 3 salah satu sekolah menengah di Kota Pariaman.

Perlakuan bejat AF terhadap putrinya S yang notabene adalah darah dagingnya sendiri, dilaporkan masyarakat dan ibu korban pada pihak Polsek Sungai Limau.

Kapolres Padang Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, melalui Kapolsek Sungai Limau AKP Syafarmembenarkan telah menerima laporan pengaduan dugaan pencabulan oleh masyarakat setempat bersama ibu korban pada hari Selasa (11/7/2017) sekitar pukul 14: 00 WIB, dan saat ini dalam proses lidik untuk didalami unsur pidananya.

"Memang benar bahwa kita telah menerima laporan kasus pencabulan dari masyarakat Lohong Sungai Limau, yang pada waktu itu juga tersangka dan korban di bawa langsung ke Polsek oleh warga yang melaporkan," ujarnya.

Berdasarkan Laporan yang diterima, peristiwa pencabulan ayah terhadap anak kandungnya ini terjadi pada bulan Juni tahun 2015 yang lalu.

"Kejadiannya berlangsung sekitar jam 11 siang, saat itu ibu korban sedang tidak berada di rumah. Korban S berada di dalam rumah bersama ayahnya AF. Tiba-tiba AF mendekati S dan memegang tangannya serta mengajak berhubungan badan," terang Syafar.

Akan tetapi lanjut Kapolsek, S menepis tangan pelaku AF dan meminta ayahnya untuk beristigfar. "Kata anaknya sebelum tidak sadarkan diri meminta pelaku untuk mengucap dan berkata ini anak kandung ayah, malu kita sama masyarakat," ujar kapolsek menirukan kata-kata korban.

Awalnya, pelaku sempat tertegun atas ucapan anaknya itu. Akan tetapi karena nafsu syahwat yang memuncak, sang ayah memaksa menyetubuhi anak kandungnya tersebut.

"Meskipun sempat berontak dan menepis tangan pelaku saat pelaku meraba-raba bagian sensitif anaknya, namun dikarenakan kekuatan yang tak seimbang, akhirnya dengan tidak berdaya korbanpun pasrah dalam keadaan tidak sadar," terang Mantan Kanit Ladang Padi itu.

Kejadian pencabulan itu dilakukan AF berulang-ulang sampai pada pertengahan tahun 2016.

"Kasus incest ini terungkap ketika korban lari dari rumah selama tiga hari dan menginap di tempat temannya, maka dicarilah oleh ibu korban," ungkap Syafar.

Ketika ketemu di Pariaman lanjutnya, didalam perjalanan ditanyakanlah oleh ibu korban, kenapa tidak pulang-pulang ke rumah.

"Karena malu menjawab, korban meminta agar ibunya bertanya langsung pada pelaku. Setelah sampai dirumah dan ternyata pelaku mengakui perbuatannya sambil meminta ampun dan minta dimaafkan, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi," terang Kapolsek.

Akan tetapi beberapa bulan setelah itu, ketika ibu korban berangkat ke Medan selama satu minggu, pelaku kembali mengulangi perbuatan terkutuk tersebut kepada korban. "Karena sudah tidak bisa dimaafkan lagi, akhirnya ibu korban melaporkan perbuatan pelaku kepada kelurga dekat dan tokoh masyarakat, hingga ayah cabul ini digiring ke Polsek Sungai Limau," tutup Kapolsek.(*DS/Minangkabaunews)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar