Kesal Dibilang Selingkuh, Pemuda ini Bunuh Pacarnya

Ucok Simanjuntak | Sabtu, 09-03-2019 | 15:44 WIB | 68 klik | Kota Solok
Kesal Dibilang Selingkuh, Pemuda ini Bunuh Pacarnya

Ilustrasi (net)

PortalSumbar - Entah apa yang ada dibenak pemuda ini sehingga nekat membunuh pacarnya sendiri, Kamis (7/3) dini hari. Akibat perbuatannya, RT (16) harus berurusan dengan pihak kepolisian Polres Solok Kota.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, S.Ik saat konferensi persnya mengatakan, korban DW (16) pertama kali ditemukan oleh ibunya sudah dalam keadaan meninggal di kamarnya.

"Ketika hari sudah siang, dilihat kamarnya anaknya terkunci. Saat dipanggil tidak ada jawaban sehingga kemudian pintu di dobrak dan ditemukan anaknya DW sudah tidak bernyawa", kata AKBP Dony.

Saat ditemukan, pada bagian leher anaknya itu terdapat bekas jeratan tali dan pada bagian bibir berdarah dan di TKP juga ada bercak darah.

Selanjutnya, pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Solok Kota sehingga korban dibawa ke RS. Bhayangkara Polda Sumbar untuk dilakukan otopsi. Hasil dari otopsi menyatakan, bahwa RT sebagai korban Pembunuhan.

Karena data awal korban dibunuh, pihak Polres Solok Kota melalui Satreskrim langsung melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari para saksi.

"Dari hasil penyelidikan, pelaku mengarah kepada DW sehingga kami amankan. Dari keterangan DW, ia mengakui membunuh RT", terangnya.

Kapolres menjelaskan, motif pelaku membunuh wanita yang merupakan pacarnya tersebut lantaran sakit hati karena dituduh selingkuh. Selain itu, pelaku juga kalut karena khawatir korban DW hamil. Akhirnya, pelaku nekat menjerat leher korban dengan tali jemuran yang sudah disimpul dan disimpan dalam saku.

"Pelaku juga mencekik korban sekitar 30 menit. Setelah memastikan korban tidak bernafas lagi, baru kemudian pelaku kabur", jelasnya.

Sebelum melakukan pembunuhan, pelaku dan korban sempat berhubungan badan layaknya suami istri.

Atas perbuatannya, RT dijerat Pasal berlapis. Mulai dari Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan hukuman seumur hidup jo Pasal 338 tentang perlindungan anak dengan hukuman 16 tahun penjara.(*)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar