Kulit Lansek Jangan Dibuang Sembarangan

Rahmat | Minggu, 03-02-2019 | 16:01 WIB | 605 klik | Provinsi Sumatera Barat
Kulit Lansek Jangan Dibuang Sembarangan

Kulit Lansek Jangan Dibuang Sembarangan

PADANG - Pedagang buah lansek (duku) ketiban untung akhir-akhir ini. Harganya yang relatif terjangkau membuat warga berduyun-duyun membelinya. Tak ayal cukup banyak pedagang duku yang berjualan di pinggir jalan.

Tidak saja pedagang duku yang panen pembeli pada saat musim duku kali ini. Petugas kebersihan Kota Padang juga "panen" sampah yang berasal dari warga yang mengonsumsi buah duku tersebut.

"Seperti biasa, jika ada musim buah, produksi sampah langsung meningkat," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Al Amin saat dikonfirmasi, Minggu (3/2/2019).

Harga buah duku memang relatif murah pada saat ini dibanding di awal musim duku tiba. Saat ini, pedagang pada umumnya menjual Rp8 ribu perkilogramnya. Bahkan ada yang menjual lebih rendah, Rp5 ribu sekilo. Hal ini tentu memancing minat siapa saja untuk membelinya.

"Akibatnya rata-rata dalam sehari kita mengumpulkan sebanyak 5 ton sampah yang berasal dari buah tersebut," tukas Al Amin.

Al Amin mengimbau kepada seluruh warga Kota Padang untuk selalu menjaga kebersihan. Tidak membuang sampah sembarangan.

"Bagi yang memiliki kendaraan agar menaruh tong sampah di dalam kendaraan, dan tidak membuang sampah keluar. Mari kita sama-sama menjaga Padang beriman, bersih, indah dan nyaman," imbaunya.

Sementara, Pemerintah Kota Padang berupaya mengurangi timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Air Dingin. Rencananya, sampah yang sudah menumpuk di lahan seluas 16 hektare itu akan difilter sesuai kandungannya untuk dimanfaatkan lagi sebagai kompos dan bahan daur ulang lainnya.

Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah mengatakan, sampah Kota Padang yang setiap harinya mencapai 641 ton nantinya bisa dimanfaatkan kembali sehingga timbunan sampah di TPA tidak terus membesar. Untuk itu, Pemko Padang membutuhkan sarana prasarana pengelolaan dan pengolahan sampah yang memadai.

"Kita butuh sarana prasarana yang memadai untuk pengolahan sampah. Sampah perlu difilter lebih dulu dan diteliti kandungan kimianya supaya bisa dimanfaatkan," kata Mahyeldi kemarin ini.

Dikatakan, bukti serius Pemko Padang dalam pengelolaam sampah, di samping bukti lingkungan bersih ditunjukkan dengan prestasi meraih piala Adipura. Prestasi itu telah diraih dua tahun berturut-turut, yaitu 2017 dan 2018.

Adapun permasalahan pengelolaan sampah Kota Padang yang dihadapi saat ini yaitu kekurangan sarana prasarana. Di antaranya kebutuhan dump truk sebanyak 50 unit, baru ada 35 unit. Kebutuhan truk armroll 54 unit baru ada 38 unit. Kebutuhan kontainer sampah 213 unit, baru ada 132. Kendaraan roda empat (pick up triper) baru da 10 unit sedangkan kebutuhan 18 unit. Kebutuhan becak motor (betor) 39 unit yang ada baru 33. Kebutuhan bank sampah 104 yang dimiliki saat ini 17 unit. Bulldozer dan excavator dibutuhkan masing-masing 8 unit, baru ada masing-maaing 1 unit serta beberapa sarana prasarana lainnya.

"Kekurangan dari kebutuhan sarana pengelolaan sampah ini kita berupaya memenuhinya. Saat ini kita meminta melalui Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR," ujar walikota.(Charlie)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar