Muhammad Taufiqurrahman : Saatnya Pemuda Kembali ke Surau

Rahmat | Selasa, 25-12-2018 | 14:30 WIB | 203 klik | Kota Padang
Muhammad Taufiqurrahman : Saatnya Pemuda Kembali ke Surau

Bakal Calon Ketua KNPI Padang Muhammad Taufiqurrahman (tengah) saat mengantar berkas pencalonan diri

PADANG -- Cukup banyak persoalan pelik yang terjadi di tengah kehidupan pemuda di Minangkabau. Diantaranya seperti semakin meruyaknya pergaulan bebas, Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT), dan pengaruh negatif lainnya. Akibat itu semua, lambat laun telah menggerus filosofi hidup Adat Basandi Syarak -- Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di Minangkabau.

Melihat kondisi demikian, bakal calon Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Padang, Muhammad Taufiqurrahman menyebut bahwa dirinya merasa miris. Hal ini menurutnya perlu penanganan serta perhatian dari banyak pihak. Salah satu langkah yang harus dilakukan yakni mengajak pemuda untuk kembali ke surau.

"Kita harus selamatkan pemuda dengan mengajak kembali ke surau," ungkap Ketua DPK KNPI Kecamatan Padang Barat ini, Selasa (25/12/2018).

Muhammad Taufiqurrahman mengatakan, survey yang dilansir di media massa beberapa waktu belakangan yang menyebut Padang terbanyak kasus LGBT menjadi cambuk bagi banyak pihak untuk menyelamatkan generasi muda. Agar permasalahan terselesaikan dengan baik, butuh kekuatan bersama . Terutama bersama pemerintah setempat.

Muhammad Taufiqurrahman menilai, agenda kerohanian yang digagas Pemerintah Kota Padang seperti program 1821 dan subuh mubaraqah merupakan langkah bernas dalam meminimalisir LGBT. Program ini akan mendekatkan pemuda dengan agama.

"Karena basis utama dalam berjalannya kehidupan adalah agama. Saat ini kebanyakan pemuda sudah melupakan surau dan mulai sibuk dengan keduniawian," tukuk Muhammad Taufiqurrahman.

Taufiqurrahman menyebut, semakin ke depan, pemuda mesti lebih kuat dan kreatif serta inovatif. Apalagi, tak lama lagi Indonesia akan meraih bonus demografi. Dimana hampir 70 persen warga Indonesia didominasi usia muda.

"Sebagai calon pemimpin bangsa, tentunya pemuda harus mempersiapkan diri. Tidak saja umurnya saja yang produktif, akan tetapi kita harapkan juga kualitasnya produktif," harap aktivis Fisip Universitas Andalas ini.

Menyiapkan itu, tidak saja dengan membekali ilmu agama. Akan tetapi juga menyiapkan "Youth Center" untuk meningkatkan kinerja kepemudaan, baik dalam hal inovasi, keterampilan, dan kreatifitas.

"Kita juga menginginkan KNPI basis sekaligus wadah yang kuat untuk seluruh OKP dan pengurus kecamatan dalam hal perpanjangan tangan dengan pemerintah kota dan jaringan yang ada di pemerintah kota," ungkap Muhammad Taufiqurrahman.(Charlie)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar