Nanoteknologi dan Kesehatan

Rahmat | Rabu, 19-12-2018 | 22:27 WIB | 45 klik | Nasional

SEBAGIAN besar orang ketika ditanya apa itu nano teknologi pasti mengatakan ukurannya sangat kecil tanpa tahu ukurannya yang sebenarnya. Secara teori yang disampaikan oleh beberapa ahli terkemuka yang mengaplikasikan nanoteknologi, ukuran 1 nanometer adalah 1000 kali lebih kecil dari 1 milimeter dan dengan ukuran sekecil ini manusia telah mengaplikasikannya dalam berbagai bidang ilmu pula.

Kalau kita melihat teknologi nano memang tidak banyak (masyarakat) memahami dengan baik. Sebenarnya apa itu teknologi nano?

Mudahnya, teknologi nano itu teknologi membuat seluruh perangkat-perangkat kita menjadi kecil atau teknologi yang mampu merekayasa dalam skala nano meter. Kenapa menjadi penting ukuran nano? Karena ternyata pada ukuran nano seluruh parameter kehidupan baik biologi, elektronik, atau yang lainnya itu bisa dikontrol secara teknis.

Di masa depan, teknologi nano akan menjadi teknologi yang konvensional dan dipakai oleh semua orang dan berbagai ilmu. Pentingnya pengenalan teknologi nano pada usia dini merupakan suatu hal yang menjadi masukan bagi kita semua, terutama untuk masa depan keturunan kita bahwa teknologi nano sangat penting untuk kelangsungan hidup.

Jika pada beberapa film atau animasi kartun yang menyebutkan teknologi nano yang dapat menyembuhkan seseorang, itu merupakan suatu inspirasi yang saat ini sedang dikembangkan di beberapa negara. Mengaplikasikan teknologi dengan skala nano untuk kesehatan, baik dari segi alat bantu diagnosa, sampai ke pengobatan dengan teknologi nano.

Secara spesifik, aplikasi ini menggunakan material dengan skala nanometer dan teknik nano untuk mendiagnosa, memonitor, mengatasi dan mencegah penyakit. Kontribusi teknologi nano di sektor medis sangat luas termasuk pembuatan alat diagnosa yang baru, agen pencitraan dan metode-metode baru, sistem pengiriman obat, untuk terapi dan implant, serta rekayasa pembentukan jaringan. Jadi untuk aplikasi teknologi nano pada sektor kesehatan dapat diaplikasikan untuk diagnosa dan pengobatan.

Untuk sektor diagnosa, teknologi nano saat ini menggunakan biosensor yang mana biosensor ini terdiri dari 2 kata, yaitu bio dan sensor. Bio artinya organisme hidup dan sensor pendeteksi. Untuk sensor adalah perangkat yang mampu mengenali jenis kimia tertentu dan menunjukkan kehadiran, aktivitas, atau konsentrasi jenis itu dalam larutan melalui beberapa perubahan bahan kimia. Sebuah transduser mengubah sinyal kimia menjadi sinyal yang dapat dikuantifikasi dengan sensitivitas yang telah ditentukan. Jika sensor didasarkan pada mahluk hidup maka disebut biosensor yang saat ini telah digunakan untuk mendeteksi logam, senyawa obat dalam tubuh, bakteri, dan lain lain.

Untuk sektor pengobatan telah banyak sekali saat ini dijumpai yang menggunakan teknologi nano, seperti modifikasi obat yang dapat dipantau distribusinya untuk menuju target pengobatan dengan menggunakan chip yang berukuran nano dimasukkan bersamaan dengan obat dan memancarkan sinyal yang dapat dipantau.

Lalu kemanakah chip berukuran nano tadi setelah obat mencapai targetnya?
Nanochip yang sudah diciptakan saat ini dibuat dari bahan yang mudah terurai dalam tubuh dan tidak ada dampak negatif bagi tubuh. Setelah nanochip terurai, maka dapat dikeluarkan dari tubuh tanpa merusak organ dalam tubuh pula. Jadi obat sampai ke target sehingga pengobatan menjadi lebih efektif dan aman menggunakan teknologi nanochip ini.

Maka dari itu, ini menjadi hal yang akan menantang kita di masa depan nanti. Teknologi nano telah mulai diterapkan di berbagai negara. Sedangkan Indonesia, kita masih jauh tertinggal. Sudah saatnya teknologi nano dibidang kesehatan khususnya, dikembangkan untuk mengatasi problem kesehatan di negara kita yang begitu kompleks sekali.(*)


Penulis : Azzura Lygo S.Farm, Apt (Biotechnology Magister Student of Andalas University, Padang, Indonesia)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar