Pelaku Usaha Agar Tidak Sediakan Kantong Plastik

Rahmat | Senin, 03-12-2018 | 22:59 WIB | 143 klik | Kota Padang
Pelaku Usaha Agar Tidak Sediakan Kantong Plastik

Pelaku Usaha Agar Tidak Sediakan Kantong Plastik

PADANG - Produksi sampah plastik semakin menjadi-jadi. Jika dibiarkan, akan berbahaya bagi lingkungan. Mengantisipasi itu, Pemerintah Kota Padang mengimbau dan mengajak pelaku usaha serta masyarakat untuk meminimalisir penggunaan kantong plastik.

"Kita mengimbau kepada pelaku usaha untuk tidak lagi menyediakan kantong plastik," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Al Amin saat diwawancarai, Senin (3/12/2018).

Selama ini, kantong plastik menjadi primadona bagi mereka yang suka berbelanja. Kantong plastik menjadi wadah angkut barang belanja. Begitu selesai digunakan, kantong plastik dibuang percuma.

"Akibatnya, sebanyak 15 persen produksi sampah kita didominasi sampah plastik," terang Al Amin.

Agar pelaku usaha dan masyarakat mengendalikan penggunaan sampah plastik, Pemerintah Kota Padang menerbitkan Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 36 Tahun 2018. Perwako tentang Pengendalian Penggunaan Kantong Belanja Plastik itu diterbitkan karena timbulan sampah plastik telah menjadi permasalahan besar terhadap lingkungan.

"Karena itu perlu dilakukan upaya pengurangan sampah plastik dari hulu untuk menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat," tutur Al Amin.

Kadis LH menekankan, pelaku usaha supaya menggunakan wadah lain sebagai wadah angkut barang belanjaan. Wadah itu bisa saja berupa bukan plastik dan mudah didaur ulang.

"Atau paling tidak menggunakan kantong belanja plastik yang mudah diurai oleh

proses alam dan menimbulkan sampah paling sedikit," sebut Al Amin.

Seperti diketahui, pada uji coba penerapan kantong belanja plastik sekali pakai tidak gratis yang dimulai 21 Februari 2016 silam cukup memuaskan. Pengurangan penggunaan kantong plastik berdampak besar terhadap timbulan sampah plastik.

"Upaya ini mengurangi penggunaan kantong

plastik mencapai 25-30 persen," terang Al Amin.

Al Amin menyebut upaya pengurangan penggunaan plastik di Kota Padang sudah dimulai sejak lama. Seperti inovasi raun asyik bayar dengan sampah plastik, sedekah sampah, penggunaan kantong plastik ramah lingkungan saat pelaksanaan ibadah kurban, serta memperbanyak bank sampah serta TPS 3R.

"Kita harap dengan terbitnya Perwako ini para pelaku usaha dan masyarakat secara berangsur dapat melaksanakannya dan dapat menerimanya," pungkas Kadis LH.(Charlie)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar