Irjen Pol Fakhrizal pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra di Polda Sumbar

Ucok Simanjuntak | Selasa, 30-10-2018 | 13:55 WIB | 70 klik | Provinsi Sumatera Barat
Irjen Pol Fakhrizal pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra di Polda Sumbar

Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Fakhrizal

PortalSumbar - Kepolisian daerah Sumatera Barat melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra 2018 pada Selasa (30/10) di halaman Mapolda Sumbar. Dengan pemimpin apel, Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs Fakhrizal, M.Hum.

Operasi Zebra kali ini dengan tema "Penegakan Hukum dan meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas, stop pelanggaran, stop kecelakaan, keslamatan untuk kemanusiaan.

Operasi yang digelar secara serentak itu akan berlangsung selama dua pekan (14 hari) yang dimulai 30 Oktober sampai 12 November mendatang.

Dalam apel ini dihadiri oleh Forkopimda Sumbar, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Drs. Damisnur. AM, SH. MM, pejabat utama Polda Sumbar, dan instansi terkait lainnya. Sedangkan pasukan apel terdiri dari pasukan TNI, Polri, Dinas Perhubungan.

Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Singgalang 2018 yang berlangsung tersebut di awali dengan pemeriksaan pasukan dan dilanjutkan dengan perwakilan penyematan pita.

Dalam kesempatan itu Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal membacakan amanat Kepala Kops Lalu Lintas Polri menyampaikan, bahwa gelar pasukan ini untuk mengetahui sejauhmana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

"Perlu diketahui bersama bahwa data jumlah kecelakaan lalu lintas pada pelaksanaan operasi zebra tahun 2017 dibandingkan 2016 Alhamdulillah mengalami penurunan sebanyak 41 % dari 2.960 kejadian (2016) menurun menjadi 2.097 kejadian pada tahun 2017", ucap Kapolda.

Lanjutnya, korban kecelakaan juga ikut menurun dari 649 orang di tahun 2016 menjadi 388 orang di tahun 2017 atau turun 67 %.

"Kita menyadari, bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas tersebut tidak bisa berdiam diri, melainkan wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya. dalam hal ini menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara Kamseltibcarlantas", tambahnya.

Dijelaskan Irjen Pol Fakhrizal, guna mengatasi permasalahan lalu lintas tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya untuk menciptakan situasi kamseltibcar lantas dengan memberdayakan seluruh stakeholder, supaya dapat diambil langkah yang komprehensif dan menyelesaikan permasalahan lalu lintas dengan tuntas.

"Oleh sebab itu, diperlukan koordinasi bersama antar instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcar lantas, sehingga tercipta keterpaduan langkah yang dapat menunjang pelaksanaan tugas", terangnya.

Amanat undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan serta resolusi PBB tentang decade of action dan dijabarkan melalui Keppres nomor 4 tahun 2011 semua itu merupakan langkahlangkah kepedulian Negara untuk:

1. mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas (kamseltibcar lantas);

2. meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korbankecelakaan lalu lintas;

3. membangun budaya tertib berlalu lintas;

4. meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

Keempat point di atas merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh polantas sendiri, melainkan sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah, dan solusinya yang diterima dijalankan oleh semua pihak.

Pada pelaksanaan operasi zebra tahun 2018 kali ini ada beberapa prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran operasi karena berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, antara lain:
1. Pengemudi menggunakan Handphone;
2. Pengemudi melawan arus;
3. Pengemudi Sepeda Motor berboncengan lebih dari Satu;
4. Pengemudi di bawah Umur;
5. Pengemudi dan penumpang sepeda Motor tidak menggunakan Helm SNI;
6. Pengemudi kendaraan bermotor menggunakan Narkoba/Mabuk; dan
7. Pengemudi berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan.(*)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar

Berita Provinsi Sumatera Barat