Program unggulan Jokowi Diselewengkan, Siap-siap Berurusan Tim Saber Pungli

Ucok Simanjuntak | Senin, 08-10-2018 | 15:37 WIB | 760 klik | Kota Solok
Program unggulan Jokowi Diselewengkan, Siap-siap Berurusan Tim Saber Pungli

Konferensi pers oleh Ketua UPP Saber Pungli Provinsi Sumbar, Kombes Pol Dody Marsidy, M.Hum

PortalSumbar - Jangan sekali-kali berani dalam menyelewengkan dana program unggulan pemerintahan Presiden RI Jokowi, pasalnya apabila ada yang berani maka akan berurusan dengan tim Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli).

Hal inilah yang dilakukan oleh Tim UPP Saber Pungli Provinsi Sumbar dengan UPP Saber Pungi Kota Solok.

Pada tanggal 3 Oktober 2018 yang lalu, tim Saber Pungli berhasil menangkap seorang guru honorer SMKN 1 Bukit Sundi Kota Solok, bernama Eva Farmila.

Hal tersebut disampaikan Ketua UPP Saber Pungli Provinsi Sumbar, Kombes Pol Drs Dody Marsidy, M.Hum didampingi Kabid Humas Kombes Pol Syamsi dan Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, S.Ik, Senin (8/10) ketika konferensi pers di lobi Mapolda.

"Tim UPP Solok Kota melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang ibu-ibu yang terkait program Indonesia Pintar (dana PIP)", ujar Kombes Pol Dody Marsidy.

Sementara, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan menjelaskan, bahwa pelaku menggelapkan dana Program Indonesia Pintar, yang mana dananya tersebut diberikan untuk siswa yang kurang mampu.

"Berdasarkan aduan siswa, mereka mengkomplain gurunya kenapa tidak dapat dana Program Indonesia Pintar, sedangkan temannya yang di sekolah lain menerimanya", terang AKBP Dony.

Dikatakannya, dengan adanya pengaduan tersebut, tim Saber Pungi Kota Solok langsung melakukan operasi tangkap tangan terhadap Eva dengan barang bukti awal berupa uang tunai Rp. 6.360.000.

Sebelumnya, pihak SMKN 1 Bukit Sundi menerima bantuan dana PIP sebesar Rp 95.000.000 pada tanggal 7 Agustus 2018, semestinya dalam aturannya lima hari pasca pencairan dana harus diserahkan kepada siswa-siswi. Namun yang bersangkutan hanya menyerahkan Rp. 15.000.000 kepada 30 siswa kelas XII, dan sisanya untuk kepentingan pribadi.

"Sisanya Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) digunakan untuk keperluan pribadi dan kebutuhan sekolah", terangnya.

Sehingga akibat perbuatannya, pelaku melanggar Pasal 8 jo Pasal 12 huruf e Undang-undang tentang Tipikor.

"Pelaku juga melanggar aturan Permendikbud RI No.9 Tahun 2018 Tentang Perubahan Permendikbud No.19 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Program Indonesia Pintar, dan Peraturan Dirjen Pendidikan Dasar Dan Menengah No: 05/D/BP/2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar pada Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah", pungkasnya.(*)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar