Dosen Ilmu Komunikasi Unand Apresiasi Permintaan Maaf Kapolres Solok Kota

Ucok Simanjuntak | Selasa, 11-09-2018 | 12:13 WIB | 696 klik | Provinsi Sumatera Barat
Dosen Ilmu Komunikasi Unand Apresiasi Permintaan Maaf Kapolres Solok Kota

Dr. Emeraldy Chatra, M.I.Kom, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unand

PortalSumbar - Kepala Kepolisian Resor Solok Kota AKBP Dony Setiawan, S.Ik merespon langsung terhadap kejadian yang tidak patut dilakukan oleh anggotanya beberapa waktu lalu.

Respon yang dilakukan orang nomor satu di Polres Solok Kota ini, ialah dengan menindak tegas anggotanya yang melakukan kesalahan.

Sebelumnya, beredar video aksi "koboi" oknum anggota Satlantas Polres Solok Kota yang melakukan tindakan kekerasan terhadap salah seorang sopir bus Jasa Malindo yang viral di media sosial, Sabtu (8/9).

Oknum anggota tersebut diketahui berpangkat Brigadir berinisial AP yang bertugas di Unit Turjawali, yang bersangkutan terancam hukuman tindakan disiplin oleh Polres Solok kota.

"Saat ini yang bersangkutan tengah diproses, dan sementara kita pindahtugaskan ke Si Propam, sampai hasil sidang disiplin nantinya", kata Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan.

Kapolres pun mengakui, bahwa apa yang dilakukan oleh anggotanya tersebut adalah perbuatan yang salah. Pihaknya juga telah meminta maaf kepada masyarakat atas kekhilafan yang diperbuat oleh oknum anggotanya.

"Oknum dan sopir bus Jasa Malindo sudah berdamai, namun hukuman disiplin terhadap anggota kita akan tetap dilakukan", ujar AKBP Dony kepada PortalSumbar.

Kapolres menerangkan, yang dilakukan oleh anggotanya sudah jelas salah, dan tidak akan melindungi, maupun dibela atau ditutup-tutupi.

"Yang perlu adalah minta maaf kepada korban dan keluarganya, kepada masyarakat pada umumnya. Kedua belah pihak sudah berdamai, tapi tetap aja (oknum) harus ditindak", pungkasnya.

Melihat respon langsung yang dilakukan oleh Kapolres Solok Kota ini, mendapat apresiasi dari Dr. Emeraldy Chatra, M.I.Kom.

Dosen jurusan Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Universitas Andalas Padang ini mengatakan, bahwa hal yang dilakukan oleh Kapolres pasca ada anggotanya yang berbuat kesalahan adalah hal yang tepat.

"Karena, apa yang dilakukan oleh orang nomor satu di Polres Solok Kota itu sudah benar. Tidak perlu membantah keras apa yang memang sudah terjadi", ujarnya.

"Dibantah malah jadi masalah. Lebih baik terus terang kemudian minta maaf. Masyarakat lebih menghargai orang yang mengaku dan minta maaf daripada orang yang membela diri", tambah Dr. Emeraldy Chatra atau yang biasa dipanggil "Mamak" oleh mahasiswanya.

Pakar Public Relations dan Komunikasi ini juga menuturkan, dengan adanya respon cepat pimpinan terhadap kinerja bawahannya, maka hal tersebut dapat menjaga reputasi dan citra sebuah institusi, lembaga, maupun organisasi itu sendiri.(*)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar

Berita Provinsi Sumatera Barat