Ungkap Kasus Pembunuhan Berencana, Dua Pelaku Ditangkap Polres Pasbar

Ucok Simanjuntak | Minggu, 26-08-2018 | 16:25 WIB | 276 klik | Kab. Pasaman Barat
Ungkap Kasus Pembunuhan Berencana, Dua Pelaku Ditangkap Polres Pasbar

Kapolres Pasbar AKBP Iman Pribadi Santoso memperlihatkan barang bukti kasus pembunuhan berencana

PortalSumbar - Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat, akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Iman Pribadi Santoso didampingi Kasat Reskrim ketika menggelar konferensi pers, Minggu (26/8) di Mapolres.

Siri (56), yang ditemukan disebuah mobil Agya dengan dibungkus kasur santai, dan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Sesampai dilokasi, dilakukan pengecekan dan olah TKP baru dipastikan memang betul ada mayat didalam mobil tersebut", terang Kapolres.

Selanjutnya dikatakan Kapolres, mayat yang ditemukan didalam mobil itu dalam kondisi di gulung pakai kasur santai berwarna coklat. Setelah itu mayat dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina (Yarsi) Simpang Empat untuk dilakukan Visum Et Revertum.

"Setelah dilakukan Visum, barulah diketahui identitas mayat tersebut bernama Siri (56) warga Lubuk Karak, Jorong Langgam, Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Kemudian dilakukan penyelidikan dan penyidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi", terangnya.

Dari hasil penyelidikan, diketahui pelaku dua orang. Kedua pelaku merupakan warga Jorong Jambak, Jalur 10, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.

"Masing-masing AMD (20) dan PNS (19)", ucap Kapolres Pasbar.

Menurut Kapolres, dari hasil penyidikan terhadap AMD, dirinya dendam dan sakit hati terhadap korban, ditambah niat dari kedua tersangka saat itu ingin mengambil hartanya.

"AMD merasa sakit hati dan dendam karena korban pernah merusak keharmonisan keluarganya. Selain itu juga motifnya adalah ingin mengambil harta korban", jelasnya.

"Atas perbuatan kedua tersangka, dikenakan Pasal 340 KUHP jo Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke -- 1 jo Pasal 56 ayat 1 ke -- 1 KUHP, dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara", pungkas AKBP Iman.(*)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar