Pasaman Barat Disasar Literasi Digital, Ini Kata Pakar Internet

Ucok Simanjuntak | Senin, 30-08-2021 | 17:06 WIB | 56 klik | Kab. Pasaman Barat
Pasaman Barat Disasar Literasi Digital, Ini Kata Pakar Internet

Pasaman Barat Disasar Literasi Digital, Ini Kata Pakar Internet

PortalSumbar.com - Pasaman Barat, Presiden Jokowi mencanangkan 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan mendapatkan literasi digital tahun ini. Seiring enggunaan Teknologi Informasi Komunikasi dan Internet saat ini sudah semakin masif.

Atas dasar itu, Kemen Kominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera yang tersebar di 77 Kabupaten dan Kota dari Aceh hingga Lampung. Termasuk webinar yang digelar di Pasaman Barat, (7/8/2021).

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital.

"Semiga webinar ini bermanfaat dalam membangun daerah. Terimakasih kepada pihak yang sudah menyukseskan Literasi Digital Kominfo 2021," katanya.

Narasumber webinar, Managing Direktur Lowell dan Rilley Strategic Communication Consulting, Widya Rastika, menjelaskan peran internet semakin penting dalam kehidupan sosial, ekonomi dan politik di dunia global.

"Kecenderungan internet telah bergerak menjadi kebutuhan pokok bagi tiap orang. Pengguna internet diseluruh dunia baik mobile maupun fixed mengalami kenaikan terus menerus," katanya.

Widya menyebut kenaikan jumlah pengguna internet juga dialami oleh Indonesia. Metode bisnis digital, antara lain menggunakan google adsense, menggunakan infolinks, membuat dan menjual produk digital sendiri, menjual space iklan, kemitraan youtube, dan artikel bersponsor.

"Pekerjaan yang paling dicari 2025, meliputi pemikiran analitis dan inovasi, strategi belajar aktif, pemecahan masalah yang kompleks, berpikir kritis dan analisis, kreativitas, orisinalitas, dan inisiatif, kepemimpinan dan pengaruh sosial, serta penggunaan teknologi, pemantauan dan kontrol," sebut Widya.

Kepala Dinas Komunikasi Informasi Kabupaten Pasaman Barat, Edy Murdani membahas literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.

"Digital citizenship menunjuk pada kualitas perilaku individu dalam berinteraksi di dunia maya, khususnya dalam jejaring sosial, dengan menunjukkan perilaku yang bertanggung jawab, sesuai dengan norma dan etika yang berlaku," katanya.

Dampak negatif internet, kata Edy, meliputi kurangnya berkomunikasi tatap muka, kurang kreatif, cyberbullying, membuang-buang waktu, privasi terancam, kecanduan internet, dan mengabaikan keluarga dan orang sekitar.

"Dampak positif internet, bisa menjadi sumber belajar bagi anak, sarana hiburan, media bersosialisasi, anak lebih peka terhadap teknologi, serta menumbuhkan daya kreatif anak," katanya.

Narasumber lain, Guru SMAN 1 Luhan Nan Duo, Siti Nuraisah menjelaskan tujuan literasi digital adalah meningkatkan literasi masyarakat pendidikan dalam penggunaan TIK atau digital yang sehat dan produktif.

"Literasi digital bagi tenaga pendidik dan anak didik, menjadi peran guru di garda terdepan. Guru harus mendidik sesuai jaman. Guru sukses adalah guru yang fokus dan menjadi guru professional," katanya.

Aktivis dan Pegiat Media, Fikri Haldi, membahas etika internet sebagai seperangkat prinsip moral yang mengatur individu atau kelompok tentang perilaku apa yang dapat diterima saat menggunakan internet dan media sosial.

Seseorang tidak dapat seenaknya sendiri ketika berinteraksi dengan orang lain menggunakan media internet," tegasnya.

Kebebasan berekspresi di internet, kata Fikri, bukan tanpa batas dan etika.

"Perilaku masyarakat di media sosial adalah cermin dan sekaligus berdampak besar di dunia nyata," bebernya.

Penutup webinar, Konten Kreator dan Influencer dengan Followers 20,1 Ribu, Veren Valencia menyimpulkan tips menjaga keamanan digital bagi anak-anak di dunia maya, meliputi berkomunikasi dengan terbuka, manfaatkan fitur perlindungan teknologi, lalu temani anak saat mengakses internet.

"Ajarkan anak untuk berperilaku baik, berikan ruang untuk anak berekspresi dan mengekspresikan diri," tutupnya.(rel)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar