Polres Solok Kota tangkap 4 pemuda karena mengedarkan Uang Palsu

Ucok Simanjuntak | Senin, 02-07-2018 | 23:39 WIB | 1074 klik | Kota Solok
Polres Solok Kota tangkap 4 pemuda karena mengedarkan Uang Palsu

Polres Solok Kota tangkap 4 pemuda karena mengedarkan Uang Palsu

PortalSumbar - Kepolisian Resor Solok Kota, Provinsi Sumatera Barat, berhasil mengungkap komplotan pembuat uang palsu.

Hal ini disebutkan Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan dengan didampingi Wakapolres Kompol Sumintak dan Kasat Reskrim, ketika menggelar konferensi pers di Mapolres, Senin (2/7).

Ada empat orang pelaku, yakni AF (17) pelajar asal Koto VII Kabupaten Sijunjung. Ia berperan untuk memalsukan uang. Kemudian FC (18) warga Sijunjung yang berperan mengedarkan hasil cetakan uang palsu dari AF.

Selanjutnya JF (15) warga Nagari Limo Koto Kec. Koto VII, berperan sebagai memotong uang palsu, menyimpan dan mengedarkan. Dan TA (20) warga Palaluar Kecamatan Koto VII Sijunjung yang berperan memotong uang palsu, menyimpan dan mengedarkan.

Barang bukti yang diamankan 1 unit perangkat komputer PC (CPU merek ALCATROZ warna Hitam, Printer Canon iP2770 warna hitam, uang palsu Rp. 500.000,- ( dari TKP warung tempat tersangka belanja rokok), uang hasil kembalian dari belanja di warung Rp. 362.000, uang Palsu Rp. 16.900.000,- (dari TSK Alan) dan uang palsu Rp. 1.000.000,- dari rumah TSK Aidil (DPO).

"Pengungkapan ini berdasarkan laporan dari korban Ijal Alwandi, sesuai Laporan Polisi Nomor : LP/149/B/VII/2018/Polres Solok Kota tanggal 01 Juli 2018, tentang Pengedaran Uang Palsu", ujar AKBP Dony.

Kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu tanggal 1 Juli 2018 di sebuah warung di Ampang Kualo RT 002/RW 006 Kel. Kamp Jawa. Kec. Tanjung Harapan Kota Solok.

Dikatakan Kapolres, modus operandi yang digunakan oleh tersangka dengan cara membeli sebungkus rokok di warung milik pelapor seharga Rp. 23.000,- dengan menggunakan uang pecahan Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah).

"Pelapor mengecek ulang uang tersebut, karena perbedaan warnanya buram dan kertasnya sangat berbeda dengan uang pecahan Rp. 100.000,- yang dimiliki oleh pelapor", jelasnya.

Kepada para tersangka, dikenakan Pasal 36 ayat 1 dan ayat 3 Undang-undang RI No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, ancaman 10 sampai 15 Tahun Penjara, denda 10 hingga 50 Milyar.(*)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar