Erick Thohir, Jadikan Asian Games 2018 Sebagai Gerbang Menuju Banyak Manfaat

Ucok Simanjuntak | Kamis, 03-05-2018 | 00:05 WIB | 31 klik | Nasional
Erick Thohir, Jadikan Asian Games 2018 Sebagai Gerbang Menuju Banyak Manfaat

Erick Thohir, Jadikan Asian Games 2018 Sebagai Gerbang Menuju Banyak Manfaat

PortalSumbar - Keberadaan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 Jakarta Palembang tak hanya berguna dalam lingkup olahraga semata. Pesta olahraga bangsa Asia yang akan berlangsung 18 Agustus -- 2 September mendatang harus menjadi momen dengan banyak manfaat. Mulai dari membangun nation building, mempromosikan Indonesia, hingga yang lebih besar untuk menunjukkan peran Indonesia di mata internasional.

Hal itu secara rinci dijelaskan Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018, Erick Thohir dalam acara diskusi "Ngobrol bareng Tempo" yang berlangsung di Le Meridien Hotel, Jakarta, Rabu (2/5/2018). Diskusi bertajuk "Jalan Menuju Asian Games ke-18, Jakarta Palembang 2018" itu digelar bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional dan menghadirkan beberapa pembicara, antara lain, Menpora, Imam Nahrawi, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, Kepala Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, dan Direktur Utama Tempo, Thoriq Hadad.

"Asian Games 2018 merupakan momen "National Branding" untuk mempromosikan Indonesia. Oleh karena itu, Asian Games 2018 tak hanya berfokus kepada satu daerah saja, melainkan ke seluruh Indonesia. Kita dapat juga memanfaatkan momen penting jelang dan saat Games Times nanti, salah satunya, Indonesia menjadi tuan rumah bagi persatuan kembali Bangsa Korea," ungkap Erick.

Lebih jauh, Erick menambahkan pembangunan karakter bangsa memiliki dimensi yang luas. "Termasuk mengikutsertakan partisipasi masyarakat seperti budaya tertib menonton, mengantri, tidak tawuran ketika dan setelah menonton, menggunakan transportasi umum, serta menajaga kebersihan," tambahnya.

Saat membuka acara, Thoriq Hadad menekankan akan keberanian dan kesiapan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, ketika membangun komplek Gelora Senayan dalam kurun waktu 2 tahun untuk mengadakan Asian Games pada tahun 1962. "Asian Games 2018 jika dilihat memang sangat jauh berbeda dari Asian Games 1962, selain adanya penambahan jumlah cabang olahraga, pentas kali ini diikutsertakan oleh 15,000 atlet dari total 45 negara," katanya.

Gubernur Palembang Alex Noerdin mengatakan ada tiga hal yang membuat Palembang menjadi co host Asian Games. Hal yang pertama adalah kondusifitas daerah yang bebas dari kerusuhan SARA, kedua Palembang berpengalaman dalam menggelar 42 event olahraga, dan yang lebih penting Palembang memiliki fasilitas 21 venue bersertifikat internasional dengan fasilitas terbaru, Light Rail Transit (LRT). Kereta layang itu terdiri dari 8 gerbong dan akan melintasi rute sepanjang 23,4 km dari bandara Sutan Mahmud Badaruddin II Palembang menuju Jakabaring Sport City.

Kepala Kepolisian RI, Jenderal Tito Karnavian, menyatakan, meskipun tahun 2018 ini lebih dikenal sebagai tahun politik, namun dirinya yakin pesta Asian Games 2018 akan menjadi semacam cooling system.

"Masyarakat tidak akan melulu sibuk dengan isu tontonan pertarungan politik dan kekuasaan. Mereka perlu diajak melihat pertarungan perebutan medali. Polri sudah menyiapkan operasi Among Raga untuk mengamankan Asian Games 2018," lanjutnya.

Sementara itu, dalam usaha mewujudkan salah satu sukses, yakni sukses prestasi, pemangku target sukses prestasi, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengatakan dengan bantuan Wakapolri, sebagai Chef de mission, distribusi hak-hak atlet sudah terlaksana dengan baik sehingga target 10 besar diharapkan akan terpenuhi.

"Saat ini beberapa cabang olahraga sudah sangat sibuk melaksanakan try out, mengirimkan atlet latihan dalam training camp, dan mencoba berbagai arena pertandingan," jelas Imam.(*)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar