Polisi selidiki travel umrah yang menelantarkan jamaah asal Sumbar di Malaysia

Ucok Simanjuntak | Jumat, 30-03-2018 | 16:56 WIB | 76 klik | Kota Padang
Polisi selidiki travel umrah yang menelantarkan jamaah asal Sumbar di Malaysia

Polisi selidiki travel umrah yang menelantarkan jamaah asal Sumbar di Malaysia

PortalSumbar - Polresta Padang, Sumatera Barat akan melakukan penyelidikan terkait travel umrah bermasalah yang gagal memberangkatkan 91 jamaah ke tanah suci dan kini terlantar di Malaysia.

"Kami telah menerima laporan dan akan memproses kasus tersebut," kata Kasat Reskrim Polresta Padang, AKP Edrian Wiguna di Padang, Kamis.

Menurut dia seorang pria bernama Nalhendri (40) melaporkan Direktur PT BMPEdi Kurniawan ke Polresta Padang dengannomor Laporan Polisi nomor 792 / K / III / 2018 / SPKT UNIT Il.

Dalam surat laporan polisi itu juga dituliskan PT Rindu Baitullah bekerja sama dengan PT BMP untuk mengirimkan jamaah umrah dari Sumatera Barat ke Arab Saudi.

Kerja sama itu dibuat dalam surat perjanjian bernomor054/BMPT&T/VI/2017 atas kerja sama pemberangkatan jamaah umrah tertanggal 3 Juli 2017.

Selanjutnya PT BMP memberangkatkan sebanyak91 orang jamaah umrah dari PT Rindu Baitullah dan kini terlantar di Malaysia.

Dalam kasus ini PT Rindu Baitullah mengaku mengalami kerugian sebanyak Rp 1.743.000.000,- karena jamaah yang dibawa oleh PT BMP terlantar.

Sebelumnya ratusan peserta umrah asal Sumatera Barat yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci, terlantar di Kuala Lumpur Malaysia dan batal berangkat karena tidak mendapatkan tiket menuju Arab Saudi dari biro perjalanan umrah PT Bumi Minang Pertiwi (BMP).

"Saya membawa 91 orang dijanjikan berangkat 26 Maret 2018. Tiba di Kuala Lumpur untuk berangkat keesokan harinya Selasa (27/3), ternyata tiket tidak bisa dicetak, padahal biaya sudah dibayar lunas," kata pimpinan biro perjalanan umrah PT Rindu Baitulah, Epi Santoso.

Ia mengatakan pihaknya bekerja sama dengan PT BMP untuk memberangkatkan 91 jamaah dan sudah membayar lunas paket senilai Rp1,7 miliar atau Rp19 juta per orang tetapi batal berangkat.

Akibatnya, kata Epi pihaknya harus menanggung biaya penginapan seluruh jamaah dan karena tidak ada kepastian berangkat ia harus mengeluarkan uang untuk biaya kepulangan seluruh anggota ke Padang.

"Kami dikhianati oleh BMP, padahal sudah dua tahun bekerja sama baik-baik saja," kata dia. (*)

Sumber : Sumbar.antaranews.com

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar

Berita Hukum & Kriminal