3 Anggota Polri Korban Aksi Penolakan, Bupati Gusmal : Proyek Geothermal tak Menimbulkan Dampak

Ucok Simanjuntak | Rabu, 21-03-2018 | 21:20 WIB | 90 klik | Kab. Solok
3 Anggota Polri Korban Aksi Penolakan, Bupati Gusmal : Proyek Geothermal tak Menimbulkan Dampak

3 Anggota Polri Korban Aksi Penolakan, Bupati Solok Gusmal : Proyek Geothermal tak Menimbulkan Damp

PortalSumbar - Aksi penolakan terhadap rencana pembangunan proyek energi listrik tenaga uap (Geothermal) di kawasan pinggang Gunung Talang, Kabupaten Solok terus berlanjut. Meski sempat diam beberapa waktu karena menimbulkan dampak hukum terhadap oknum masyarakat kecamatan Lembang Jaya, namun tidak mengendorkan semangat warga untuk menghentikan rencana investasi energi terbarukan yang bakal dikerjakan oleh PT. Hitay Daya Energi.

Penolakan yang dilakukan ratusan massa yang mengatasnamakan masyarakat selingka Gunung Talang kembali menghadang tim survey perusahaan Geothermal. Sayangnya aksi damai warga yang digelar di nagari Batu Bajanjang, Rabu (21/3), ditingkahi dengan tindak anarkis.

Aksi penolakan yang semula berlangsung damai, tiba-tiba bertindak brutal. Warga yang sebelumnya menghadang dengan berjejal sembari mengusung sejumlah pamlet dan teriakan penolakan, tiba-tiba memantik kisruh karena terjadi lemparan batu dan kayu ke arah petugas.

Akibatnya, sebanyak tiga personil anggota polisi dari Polres Solok yang ikut mengawal tim survey ke lokasi, mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD Arosuka untuk mendapatkan perawatan intensif.

Petugas yang mengalami cidera itu adalah Bripda Iksanul Fajri, anggota Satlantas Polres Solok itu mengalami luka robek bagian kepala dan harus mendapatkan beberapa jahitan. Kemudian Briptu Aswandi Priatama dari Satuan Reskrim, mengalami bengkak pada bagian leher akibat hantaman masa, serta seorang anggota Shabara, Brigadir Yudi Eka Mulia, mengalami bengkak pada lengan kanan akibat lemparan batu.

Informasi yang diperoleh dari Humas Polres Solok mengungkapkan, warga Salingka Gunung Talang yang berkosentrasi di Nagari Batu Bajanjang masih belum mau menerima proyek pembangkit energi terbarukan itu.

Mereka bahkan tidak hanya sekedar menolak proyek Geothermal, tetapi juga menuntut menghentikan proses hukum terhadap oknum masyarakat yang ditahan, karena diduga ikut melakukan aksi pembakaran mobil rombongan PT. Hitay Daya Energi pada aksi sebelumnya.

Kehadiran tim survey perusahaan yang didampingi sejumlah kepala SKPD Pemkab. Solok tadi, membuat suasana Nagari Batu Bajanjang kembali menjadi gerah. Ratusan kelompok warga yang umumnya terdiri dari kaum ibu-ibu dan tua-muda, menghadang kedatangan tim survey PT. Hitay Daya Energi yang datang dengan pengawalan anggota Polres Solok bersama anggota Satpol PP setempat.

Massa yang hadir secara bergelombang, mulai berjejal membuat kubu pertahanan dengan membawa pamflet-pamflet bertuliskan larangan melakukan eksplorasi panas bumi. Namun sekitar pukul 11.00 WIB, hadangan warga menimbulkan kericuhan. Proses negosiasi dan sosialisasi yang dilakukan aparat Pemkab Solok tidak berjalan mulus.

Komunikasi bahkan menjadi tersumbat ketika warga terpancing emosi, hingga melemparkan batu ke arah petugas polisi. Kapolres Solok AKBP Ferry Irawan, S.Ik yang hadir pada saat bersamaan nyaris tidak dihiraukan. Akibatnya, kericuhan kembali terjadi.

Gelombang massa yang menolak kedatangan tim survey semakin memantik keributan. Batu yang dilemparkan dari berbagai arah berterbangan kearah petugas hingga mengakibatkan tiga anggota Polres Solok dilarikan ke rumah sakit.

Menghindari keributan semakin kacau, Kapolres Solok segera memerintahkan tim Survey mengurungkan tugasnya dan ditarik kembali ke Arosuka. Kapolres Ferry Irawan bahkan langsung mengantarkan anggotanya yang mengalami luka-luka mendapatkan perawatan medis di RSUD Arosuka. Selang beberapa lama, Bupati Solok H. Gusmal juga menyusul ke rumah sakit membezuk petugas yang terbaring di Inatalasi Gawat Darurat.

Menyikapi peristiwa itu, Kapolres dan Bupati Solok mengatakan petugas yang cidera harus dirawat dulu. Namun pihaknya tidak mau menduga- duga soal siapa yang melakukan perbuatan anarkis dengan pelemparan batu untuk mengacaukan suasana.

" Itu massa datang sangat banyak. Umumnya ibu-ibu. Jadi tidak tau siapa yang melempar batu", kata Kapolres Solok.

Namun ia menyayangkan masyarakat sampai terprovokasi dan berbuat diluar batas. Padahal sebelum tim survey turun, sudah ada kesepakatan Muspida dengan pemuka masyarakat dan Lembaga Nagari di kantor Bupati Solok.

"Kita sudah melaksanakan sosialisasi dan rapat dengar pendapat dengan pemuka masyarakat dan utusan perwakilan masyarakat. Sudah ada kesepakatan dengan Muspida. Kita tidak mengira saja ini terjadi", sebut Kapolres.

Terkait langkah selanjutnya, Bupati Solok Gusmal menegaskan proyek Geothermal adalah investasi yang perlu dikembangkan. Ia optimis pembangunan Geothermal tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan, karena itu Gusmal memastikan pelaksanaan proyek akan dilakukan.

"Kita akan tetap mengupayakan pendekatan persuasif dan memberikan pemahaman kepada warga agar bagaimana proyek Geothermal berkembang di Kabupaten Solok. Terhadap petugas yang cidera, diobati dulu. Kita akan berjuang untuk kemaslahatan dan pembangunan Kabupaten Solok", jelasnya.(*)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar