Kapolri: Polisi Tidak Nyaman dengan Sebutan Muslim Cyber Army

Ucok Simanjuntak | Minggu, 18-03-2018 | 18:54 WIB | 78 klik | Nasional
Kapolri: Polisi Tidak Nyaman dengan Sebutan Muslim Cyber Army

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian

PortalSumbar - Komisi III DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Polri, Rabu (14/3) di gedung Nusantara II Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Dalam rapat tersebut sejumlah anggota Komisi III sempat mempersoalkan penggunaan kata "Muslim", saat polisi mengungkap kelompok penyebar hoaks Muslim Cyber Army (MCA).

Kapolri Jenderal Polisi M. Tito Karnavian menegaskan, bahwa MCA memang menggunakan atribusi "Muslim" sebagai nama kelompok mereka.

Itu untuk menarik simpati masyarakat, serta memperhatikan konten-konten hoaks yang mereka sebarkan melalui akun di media sosial.

"Soal MCA, ini istilah dari investigasi yang kami lakukan. Kelompok ini menyebut diri mereka seperti itu. Jadi bukan bahasa dari Polri. Apa mau dikata, kata itu dipakai untuk menarik perhatian", ujar Tito di ruang rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

"Bagi kami dan Muslim memang tidak nyaman. Sesuai ajaran Islam menyebar hoaks tidak sesuai Islam," katanya.

Mantan Kadensus 88 ini mengatakan, dari berbagai dokumen yang ditemukan saat investigasi, kata Muslim memang digunakan sebagai identifikasi kelompok MCA.

Dirinya mengungkapkan bahwa Polri juga tidak nyaman dengan penggunaan kata Muslim sebagai nama kelompok penyebar hoaks. Oleh sebab itu, Tito telah memerintahkan jajarannya untuk menggunakan singkatan MCA agar membuat masyarakat lebih nyaman.

"Kami tidak nyaman dengan istilah itu. Polisi tidak salah karena polisi hanya menyampaikan fakta yang ada," ujar Jenderal bintang empat tersebut.

"Kalau polisi ganti nama justru itu rekayasa. Tidak boleh. Maka lebih netral kami gunakan singkatan MCA itu akan lebihsoft. Membuat publik nyaman," tambahnya.(*)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar