SMART BERMEDIA SOSIAL

Ucok Simanjuntak | Jumat, 29-11-2019 | 22:06 WIB | 74 klik | Provinsi Sumatera Barat
SMART BERMEDIA SOSIAL

Dewi Faradilla, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Pascasarjana Unand

oleh : Dewi Faradilla

Mahasiswa PascaSarjana Ilmu Komunikasi FISIP Unand

PortalSumbar - Padang, Era saat ini, perkembangan teknologi berkembang dengan pesat. Begitupun dengan media massa yakni tempat dimana proses komunikasi berlangsung. Media massa merupakan sarana penyampaian komunikasi dan informasi yang disebarkan secara massal dan dapat diakses oleh masyarakat luas.

Komunikasi tidak hanya berada pada persoalan pertukaran berita dan pesan, namun juga meliputi kegiatan individu dan kelompok tentang tukar menukar data, fakta dan ide. Memiliki tujuan agar adanya interaksi sosial dengan masyarakat, yang dapat disebut juga sebagai makhluk yang bermasyarakat dan berbudaya. Informasi yang disampaikan dari komunikator pun hendaknya dapat diterima dan dimengerti oleh orang lain agar dapat memberikan dampak positif bagi komunikannya.

Yang dimaksud dengan media massa disini adalah media cetak, elektronik, dan yang sedang berkembang di era globalisasi saat ini adalah new media. Masing-masing media tersebut memiliki cara penyaluran tersendiri. Apalagi peranan media diperkuat oleh perkembangan teknologi dan jejaring sosial yang semakin meluas. Tidak hanya oleh kalangan muda/remaja yang sering disebut generasi milenial' namun juga kalangan dewasa yang dulunya hanya terbiasa dengan media telepon atau sms dalam berkomunikasi. Dan jika kita lihat berdasarkan perkembangan saat ini, new media memiliki peranan tersendiri dalam penyebaran budaya secara global.

Secara global, wajah media saat ini telah berubah dari konvensional seperti koran, majalah, dan radio yang menuju kepada media berbasis internet. Contohnya media massa berbasis internet adalah Instagram yang menjadi media massa paling hits abad ini. Sebuah media aplikasi berbasis telepon pintar yang digunakan untuk berbagi foto dan video, menerapkan filter digital yang kemudian membagikannya ke jejaring sosial.

Banyak pengikutnya yang menggunakan media ini hanya untuk sekedar menunjukkan diri ataupun aktifitas yang mereka lakukan sehari-hari. Apakah hal ini dapat membuat media sebagai penghapusan ruang private seseorang? Jawabannya adalah tergantung pada pilihan manusia itu sendiri. Apakah mereka mau memperlihatkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu menjadi konsumsi publik atau justru mereka merasa bangga memperlihatkan apa yang mereka miliki. Budaya inilah yang saat ini berkembang dalam masyarakat dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia.

Jika kita hubungkan dengan penyebarannya dalam budaya global, tentu kita berbicara penyebarannya secara garis besar ; bersangkut paut mengenai dan meliputi seluruh dunia (KBBI). Instagram yang dapat diakses oleh siapa saja dan dimana saja memberikan pengaruh yang signifikan dalam perkembangan budaya secara menyeluruh. Pengguna aktif bulanan alias Monthly Active User (MAU) Instagram tembus 1 miliar akun per Juni 2018. Pertumbuhannya paling signifikan dibandingkan Facebook dan Snapchat, yakni mencapai 5 persen dari kuartal ke kuartal (QoQ).

Diketahui, pertumbuhan MAU Facebook tiap kuartal hanya 3,14 persen dengan angka terakhir 2,2 miliar. Atas dasar inilah instagram sudah menjadi budaya secara global dan mendunia bahwa aplikasi media massa ini menjadi keharusan dimiliki dan digunakan oleh generasi saat ini.

Budaya secara global ini memang tidak bisa dipungkiri sulit untuk dihindari. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan globalisasi? Globalisasi diambil dari kata global yang artinya universal. Menurut Achmad Suparman adalah suatu proses menjadikan sesuatu baik benda ataupun perilaku, sebagi ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah.

Globalisasi juga dapat diartikan sebagai penyebaran informasi antar wilayah dari suatu kelompok ke kelompok lainnya yang penyebarannya dapat melalui media elektronik ataupun media cetak. Pada hakikatnya globalisasi juga dapat membawa nuansa budaya dan nilai yang mempengaruhi selera dan gaya hidup masyarakat. Dimana media massa yang ada saat ini sudah serba terbuka dan terjangkau yang dapat mengakibatkan revolusi komunikasi dan budaya.

Globalisasi budaya dapat merubah cara pandang individu maupun sekelompok orang tentang pola berperilakunya, pola berpakaian, dan lain-lain. Melalui aplikasi media massa ini, banyak pengaruh dari luar Indonesia yang masuk dan menyebabkan adanya perilaku ikut-ikutan trend yang dibuat oleh masyarakat luar negeri, walaupun tidak seratus persen.

Dari perilaku ikut-ikutan inilah juga menjadikan masyarakat Indonesia cenderung menuju hedonisme dan konsumerisme. Melihat orang lain memamerkan gaya hidup ataupun barang-barang kepunyaannya di media Instagram ini, menimbulkan keinginan untuk memiliki pula barang tersebut ataupun bergaya seperti orang tersebut.

Hal ini yang disebut dengan efek atau pengaruh. Efek media massa terhadap budaya ditandai globalisasi budaya yang meningkatkan kontak lintas budaya, namun diiringi dengan berkurangnya keunikan komunitas yang dulunya terisolasi. Hal-hal yang menyebabkan proses perubahan sosial budaya yang sering terjadi dalam masyarakat yakni akulturasi (adanya pengaruh budaya asing), asimilasi (pembauran dua budaya sehingga menghasilkan budaya baru), sikap meniru dan sekulerisme (ideologi yang terpisah dari keagamaan atau kepercayaan).

Untuk itu, perlu ada pembentengan diri sendiri terhadap perubahan budaya yang terjadi saat ini. Pintarlah memilih dan memilah informasi yang tepat dan sesuai dengan budaya sendiri, bukan hanya karena ikut-ikutan trend yang bisa mengakibatkan hilangnya budaya asli yang sudah diwariskan oleh generasi terdahulu.

Namun tidak sedikit pula generasi muda berhasil memanfaatkan dengan baik teknologi berbasis internet ini. Jika kita mampu menggunakannya dengan cerdas dan bijak maka dapat membawa kita menjadi sukses dan berhasil mengumpulkan pundi-pundi. Salah satu contohnya adalah online shop.

Banyak generasi muda yang memanfaatkan media Instagram ini sebagai lapak untuk menjual produk mereka. Baik yang mereka produksi sendiri maupun menjual kembali dari pedagang grosir tanpa harus menyediakan tempat untuk usaha mereka. Dan hal ini tentu lebih menguntungkan karena mereka tidak perlu memikirkan pengeluaran tambahan untuk menyewa tempat bagi usaha mereka. Cukup dengan berbekal sebuah telepon genggam pintar, keuntungan sudah didapat.

Hal ini yang tidak bisa dipungkiri bahwa media sosial berbasis internet ini menjadi faktor penting bagi perkembangan dunia saat ini. Dituntut kreativitas, inovasi dan kerja keras agar memperoleh sesuatu yang lebih baik. Banyak dampak negatif maupun positif dari penggunaan media sosial ini. Diantara dampak positifnya dapat mengembangkan rasa kepercayaan diri, menjaga hubungan komunikasi walaupun tidak bertemu secara fisik karena terpisah jarak, dapat menjadi media untuk pertukaran data dan informasi, mengembangkan kreativitas dan meningkatkan pendapatan apalagi bagi yang memiliki jiwa kewirausahaan, dan masih banyak manfaat positif lainnya dari penggunaan media sosial ini. Selain dampak positif, tentu terdapat pula dampak negatifnya.

Diantaranya adalah generasi muda lebih suka berkutat dengan telepon genggamnya daripada berinteraksi langsung dengan orang lain, kurangnya pengetahuan berkomunikasi yang benar karena hanya lewat media tanpa perlu memperhatikan bagaimana bahasa tubuh ataupun mengontrol nada bicara dengan orang lain, kemudian juga berkurangnya sopan santun dalam berkomunikasi karena sering menggunakan bahasa yang tidak pantas ketika memberikan komentar pada postingan seseorang (istilah sekarang disebut sebagai netizen nyinyir), dan juga menambah pengeluaran karena keranjingan berbelanja secara online karena banyak produk-produk murah yang ditawarkan padahal belum tentu merupakan kebutuhan yang harus dibelanjakan, dan masih banyak lagi lainnya dampak negatif dari penggunaan media sosial ini jika kita tidak bijak dan cerdas dalam menggunakannya.

Hal tersebut juga tidak terlepas dari perlunya peran orang tua untuk mengawasi dan mengingatkan bahwa perlu untuk menjaga diri dan perilaku agar lebih bijak dalam bermedia sosial. Agar tidak terjerumus dan membuang-buang waktu percuma berselancar di dunia maya. Dan bahwa tidak ada yang lebih baik daripada berinteraksi secara langsung dengan orang lain dalam berkomunikasi. Stay positive and creative to be smart.(*)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar