Latarbelakang Profesor Terorisme, Tito Dinilai Mampu Tangani Radikalisme Di Lingkungan ASN

Ucok Simanjuntak | Rabu, 23-10-2019 | 14:58 WIB | 57 klik | Nasional
Latarbelakang Profesor Terorisme, Tito Dinilai Mampu Tangani Radikalisme Di Lingkungan ASN

Tito Karnavian

PortalSumbar - Jakarta, Paham radikalisme sudah menjalar kesetiap lini negara tak terkecuali lingkungan pemerintahan baik ASN, pegawai BUMN, bahkan TNI-Polri pun sudah ada yang terpapar radikalisme.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan 2014-2019 Ryamizard Ryacuddu menyampaikan 19,4 persen ASN tidak setuju dengan ideologi Pancasila, bahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pernah mengatakan benih radikalisme di kalangan ASN masih ditemukan di lingkungan Jawa Tengah, mereka secara terang-terangan menyebarkan paham anti Pancasila dan ekstrimis melalui ujaran-ujaran dan gambar di media sosial.

Pemerintahan Jokowi di periode kedua ini harus serius dan tidak boleh menutup mata, karena apa? Apabila tidak ditangani mulai hulu sampai hilir, maka Indonesia akan masuk ke jurang perpecahan.

Presiden Jokowi dinilai tepat menunjuk Tito Karnavian, yang merupakan profesor di bidang terorisme untuk menduduki jabatan sebagai Menteri Dalam Negeri pada Kabinet Indonesia Maju.

Tidak perlu diragukan lagi bagaimana sepak terjang Tito di dunia terorisme, tidak hanya di Indonesia, dunia internasionalpun mengakuinya.

Secara praktik, Tito dengan Densus 88 berhasil mengungkap dan membongkar jaringan terorisme yang kerap merongrong Indonesia, sebut saja Jaringan Dr Azhari dan Noordin M Top, jaringan Santoso di Poso, JAD dan masih banyak lagi.

Tito pun melengkapi kecermelangan di dunia terorisme di jalur akademis, Tito merupkan sorang professor di bidang terorisme yang sangat menguasi teori tentang insurgensi dan terorisme dan ahli strategi dalam menanganinya. Dibawah Tito, penanganan terorisme oleh Polri sudah sangat maju.

Menjadi Mendagri, bukan semakin ringan tugas Tito, terutama menangani permasalahan radikalisme di pemerintahan pusat dan daerah, namun dengan keseimbangan antara teori dan praktik yang dimiliki Tito.

Indonesia memiliki harapan Radikalisme di kalangan ASN dapat digerus sampai dengan akar-akarnya, ditambah Tito merupakan komunikator yang handal sehingga bisa dengan mudah bersinergi dengan seluruh stake holder yang ada.(*)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar