Tiba-tiba Presiden Jokowi Panggil Gubernur Irwan Prayitno ke Istana, Ini Yang Dibahas...

Ucok Simanjuntak | Kamis, 03-08-2017 | 20:50 WIB | 5714 klik | Provinsi Sumatera Barat
Tiba-tiba Presiden Jokowi Panggil Gubernur Irwan Prayitno ke Istana, Ini Yang Dibahas...

Foto: Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo

portalsumbar.com - Rabu (2/8), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno ke Istana Negara untuk menghadiri rapat kabinet terbatas (ratas) bersama beberapa menteri. Pemanggilan ini terkait dengan evaluasi proyek strategis nasional dan program prioritas di Provinsi Sumatera Barat.

Salah satu proyek strategis nasional di Sumatera Barat adalah jalan Tol Trans Sumatera, untuk ruas Pekanbaru-Padang. Rutenya adalah Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh-Bukittinggi-Padang Panjang-Lubuk Alung-Padang.

"Saya ingin memperoleh penjelasan langsung tentang perkembangan proyek strategis nasional yang berkaitan dengan jalan tol Bukittinggi-Padang Panjang-Lubuk Alung-Padang sepanjang 80 kilometer dan juga tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh-Bukittinggi yang panjangnya 185 km," kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, Program Strategis Nasional ini sangat penting untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi di Provinsi Sumatera Barat dan sekitarnya. Sehingga implementasinya harus betul-betul dikawal di lapangan dan nantinya pemanfaatannya juga betul-betul optimal bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.

"Saya ingin menegaskan lagi bahwa keberadaan PSN harus betul-betul memiliki dampak, dan dirasakan manfaatnya dalam mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah,"

Mantan Wali Kota Solo ini menyebutkan, perekonomian Sumatera Barat di enam bulan pertama tahun ini tumbuh 4,91%. Dengan begitu, diharapkan Proyek Strategi Nasional dapat memacu ekonomi tumbuh lebih tinggi, sehingga berefek untuk menekan angka pengangguran, ketimpangan dan mengurangi kemiskinan.

Selain itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta kepada Pemprov Sumatera Barat untuk melihat implementasi program prioritas lainnya baik yang bersumber dari APBD maupun APBN dalam menekan angka kemiskinan 6,87%.

"Juga bisa menurunkan pengangguran terbuka yang masih berada pada angka 5,8%. Saya kira itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan," tutup Presiden Jokowi. (*DS/minangkabaunews)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar