Parah!!! Diduga Berbuat Mesum, Pasangan Lansia Diamankan Satpol PP Bukittinggi

Ucok Simanjuntak | Jumat, 28-07-2017 | 08:46 WIB | 646 klik | Kota Bukittinggi
Parah!!! Diduga Berbuat Mesum, Pasangan Lansia Diamankan Satpol PP Bukittinggi

Foto: Lansia yang di duga berbuat mesum di Bukittinggi. Sumber: RRI.co.id

portalsumbar.com - Satuan Polisi Pamong Praja Bukittinggi mengamankan pasangan lanjut usia (Lansia) yang tengah asik berbuat mesum di objek wisata Benteng Fort de Cock Bukittinggi, Kamis (27/7/2017). Akibat perbuatannya, kedua lansia itu langsung digiring ke markas Satpol PP Bukittinggi.

Kepala Seksi Operasional Satpol PP Bukittinggi, Dodi Andresia mengatakan pasangan lanjut usia itu di tangkap atas laporan dari salah seorang pengunjung yang melihat secara langsung gerak-gerik pasangan itu yang mencurigakan.

"Pengunjung itu merasa risih dengan tingkah laku mereka yang mencurigakan karena duduk sangat berdekatan sekali, kemudian pengunjung itu melapor ke security setempat dan setelah itu dilakukan pengintaian dengan mengintip di balik pohon sawit yang tak jauh dri lokasi pasangan mesum tersebut," ujarnya.

Menurut Dodi Andresia, lokasi pasangan yang membuat mesum itu tepat berada di belakang rumah dinas sekretaris daerah yang berada di kawasan Benteng fort de kock Bukittinggi karena lokasi tampak sepi pengunjung, maka pasangan itu memanfaatkan kesempatan untuk berbuat maksiat.

"Saksi juga melihat aksi mereka dimana tangan si laki-laki dekat dengan dada si perempuan dan tangan si perempuan juga dekat dengan paha si laki-laki, tentu ini sangat memalukan sekali apalagi berbuat maksiat di tempat umum di tambah mereka ini sudah usia tua," terangnya.

Selanjutnya, pasangan lanjut usia ini di laporkan security setempat ke satpol PP dan langsung di giring ke markas satpol PP untuk dilakukan proses tindakan lebih lanjut karena telah melanggar Peraturan Daerah nomor 3 Tahun 2015 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum).

Diketahui laki-laki itu telah berusia 55 tahun sedangkan wanitanya berusia 51 tahun, dimana mereka berdua berasal dari kota Payakumbuh yang sengaja datang ke Bukittinggi untuk berkencan.

"Dan pada saat dilakukan penangkapan awal oleh security, laki-laki memberikan kartu identitas diri palsu dan setelah di bawa ke kantor Satpol PP, baru ia memberikan kartu identitas yang asli," lanjutnya.

Dodi Andresia menambahkan, status laki-laki masih memiliki istri sedangkan perempuan berstatus cerai mati dan kepada penyidik mereka mengakui perbuatan mereka dan kemudian pasangan itu menjalankan hukumannya dengan di kenakan denda sebesar Rp 1.000.000 masing-masing sesuai dengan perda yang berlaku.

"Selanjutnya, pihak Satpol PP menghubungi pihak keluarga untuk menjemput pasangan tersebut, namun hanya laki-laki yang dijemput oleh anaknya sedangkan perempuan tidak ada yang menjemput. Akhirnya kita bebaskan setelah membayar denda, dan juga di berikan peringatan untuk tidak mengulangi perbuatan tercela itu lagi," tutupnya.

(*DS/RRI)

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar