Hari Anti Narkoba Internasional, Kapolda Sumbar Pimpin Upacara di kantor Gubernur

Ucok Simanjuntak | Kamis, 27-07-2017 | 11:49 WIB | 229 klik | Provinsi Sumatera Barat
Hari Anti Narkoba Internasional, Kapolda Sumbar Pimpin Upacara di kantor Gubernur

Hari Anti Narkoba Internasional, Kapolda Sumbar Pimpin Upacara di kantor Gubernur

PortalSumbar -Hari ini bertepatan dengan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun 2017, telah dilaksanakan upacara di halaman kantor Gubernur Sumbar, Kamis (27/7).

Dalam upacara tersebut dihadiri oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs Fakhrizal, M.Hum, Wagub Sumbar Nasrul Abit, Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol Drs. Syamsul Bachri, Forkopimda Sumbar, Dirnarkoba Kombes Pol Kumbul KS, S.Ik, dan hadirin lainnya.

Untuk peserta upacara terdiri dari pasukan TNI AU, AD, AL, Polri, Pol PP, BNNP Sumbar, perwakilan mahasiswa dan pelajar Kota Padang.

Sebelum upacara dimulai, selaku Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol Drs. Samsul Bachri mengatakan bahwa Narkoba saat ini telah masuk ke Sumatera Barat, dan merupakan bentuk keprihatinan kepada masyarakat Sumbar.

"Narkoba merupakan kejahatan yang luar biasa, kami BNNP telah melaksanakan sosialisasi, razia tempat hiburan, rehabilitasi serta penindakan", ucap Kepala BNNP Sumbar.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan upacara dengan inspektur upacara Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs Fakhrizal, M.Hum, pada kesempatan tersebut Kapolda Sumbar membacakan amanat Gubernur Sumbar.

Saat ini kejahatan narkotika sebagai kejahatan luar biasa, terorganisir dan bersifat lintas negara, telah berkembang dengan modus operandi yang semakin maju. Kejahatan narkotika tidak hanya bermotif bisnis tapi bermotif membiayai kejahatan terorisme.

Yang paling penting untuk kita ketahui adalah bahwa narkotika juga dapat digunakan sebagai salah satu senjata dalam Proxy War l, untuk melumpuhkan kekuatan suatu bangsa", ucap Kapolda Sumbar.

Sehingga kata Kapolda Sumbar tidak ada kata lain, bahwa kejahatan narkotika sangat berbahaya, dan dapat melemahkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Harus diberantas dan ditangani dengan membongkar jaringan pengedar dan bandar.

Pemerintah sangat serius menangani masalah penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Sejak awal pemerintahan bapak Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla telah menyatakan "Indonesia Darurat Narkoba" dan menyerukan "Perang Terhadap Narkoba".

"Bapak presiden mengingatkan penegakan hukum harus tegas, dan tidak ada kompromi terhadap bandar narkoba", terangnya.

Tantangan yang dihadapi saat ini, penyalahgunaan dan peredaran narkotika telah masuk keseluh lini lapisan masyarakat, mulai dari dewasa hingga anak-anak, dari kota hingga ke pelosok desa, kaya maupun miskin. Hal ini merupakan ancaman serius terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Maka perlu peran masyarakat melalui pemberdayaan keluarga, sebagai benteng pencegahan terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

"Pencegahan merupakan langkah yang efektif untuk membangun kesadaran setiap individu untuk tidak menyalahgunakan narkotika", ucap Kapolda menambahkan.

Pemerintah provinsi Sumbar mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang telah berjuang untuk mewujudkan upaya agar Sumbar bebas narkotika.

Kemudian selesai upacara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan atas keberhasilan pengungkapan Narkoba kepada Direktorat Narkoba Polda Sumbar yang diwakili oleh AKP Yulia Dewi Safitri dan Iptu Martadius, SH, serta beberapa perwakilan dari pihak terkait lainnya.(*).

Install aplikasi Portal Sumbar app di Google Play

Komentar

Berita Provinsi Sumatera Barat