Home » Artikel

Di Tahun Babi Tanah, Umat Berharap Kebaikan Kepada Dewa

Kamis, 2019-02-07 | 16:40 WIB | 189 klik
Charlie Ch. Legi

Charlie Ch. Legi

ASN Bagian Humas Pemko Padang

SEORANG warga Tionghoa, Yuan, berjalan masuk ke dalam Kelenteng SeeHinKiong di kawasan Pondok, Padang, Sumatera Barat, Selasa (5/2/2019) sore. Lelaki berkulit putih ini mengenakan kemeja berwarna merah. Sebab berdasarkan kepercayaan masyarakat Cina, merah berarti banyak rezeki atau hoki (Ong).

Hari itu merupakan hari pertama di tahun baru imlek 2570 atau disebut dengan tahun babi tanah. Yuan memang sengaja tidak mengikuti prosesi kegiatan pada malam pergantian tahun baru di Kelenteng tersebut. Sebab, Yuan sedang dinas luar.

"Baru kali ini bisa sembahyang dan memanjatkan keinginan," akunya.

Kelenteng See Hin Kiong telah berdiri sejak lama. Awalnya kelenteng tersebut berdiri tak jauh dari lokasi yang ada saat ini. Sempat mengalami kerusakan akibat gempa 2009, kelenteng ini kemudian dipindah dan dibangun kembali.

Terdapat duabelas dewa di dalam Kelenteng See Hin Kiong. Umat Budha berdoa di masing-masing altar tempat patung dewa bersemayam. Di sinilah permintaan disampaikan. Berharap kebaikan sepanjang setahun ke depan.

"Pastinya berharap kebaikan setahun ke depan," ujar Yuan ketika ditanya doa apa yang disampaikan pada tahun baru imlek.

Pengurus Kelenteng See Hin Kiong, Fang menuturkan, duabelas dewa memiliki kekuatan yang berbeda-beda. Sebagai umat Budha pastinya mengetahui apa saja kekuatan masing-masing dewa yang disembah.

"Ada duabelas dewa, masing-masing memiliki kekuatan yang berbeda," jelas Fang.

Fang menjelaskan masing-masing kekuatan dewa yang terdapat di kelenteng itu. Seperti Kuan In Ma yang merupakan tuan rumah kelenteng. Kemudian Koan Tee Kong sebagai dewa panglima yang jujur, berbudi serta bijaksana. Dewa Hok Tek Tjeng Sin yang memiliki kekuatan sebagai dewa bumi atau rejeki.

Selanjutnya Mak Tjo Po yang merupakan dewa penguasa laut. Tjoe Sian Nio-Nio yang adalah dewa pelindung anak dan kelahiran. Kemudian Hoya Kong yang merupakan dewa rejeki. Tjao Koen Kong yang merupakan dewa dapur. Selanjutnya Sam Pai Tjoe Soe yang memiliki kekuatan sebagai dewa keselamatan. Sian Tjoe Kong yang adalah dewa pendidikan, karir, dan kedudukan. Thay Soei Ye merupakan dewa penolak bala, serta Tee Soe Kong yang adalah dewa jelmaan Kuan Im untuk menetralisir roh jahat.

"Kita memiliki delapan altar. Masing-masing patung dewa berada di altar tersebut," kata Fang.

Sebelum melangkahkan kaki menuju altar duabelas dewa, umat Budha akan lebih dahulu membeli hio untuk kemudian dibakar dan diletakkan di antara dua telapak tangan. Mereka yang sembahyang memulainya di altar Tuhan yang berada di pintu masuk Kelenteng.

"Kemudian dilanjutkan ke masing-masing altar dan patung Budha," tukuk Fang.

Pada malam pergantian tahun 2570 (4 Februari 2019), ratusan warga Tionghoa memanjatkan doanya di Kelenteng ini. Mereka mulai memanjatkan doa tepat pada pukul 00.00 Wib.

"Biasanya akan berakhir pukul 03.00 Wib," sebut Fang.

Sebelum malam pergantian tahun bahkan telah dilaksanakan sejumlah atraksi. Seperti barongsai, arak-arakan sipasan, bagi-bagi angpao, dan lainnya. Tidak saja warga keturunan yang mendapatkan angpao, warga yang berdomisili jauh dari Kelenteng ini bahkan ikut hadir dan berburu angpao. Dengan kebaikan yang diberikan kepada sesama, warga Tionghoa berharap keberkahan akan terus datang di tahun baru babi tanah.(**)

Komentar

Artikel lainnya

Tidak Hanya Makanan, Obat Juga Bisa Didelivery Kamis, 20-12-2018 15:37 WIB

Tidak Hanya Makanan, Obat Juga Bisa Didelivery

oleh: Sovia Hariani
Mahasiswa Pascasarjana Bioteknologi Universitas Andalas
Baterai Kertas Sebagai Supercapasitor : Inovasi Energi Masa Depan Rabu, 19-12-2018 22:53 WIB

Baterai Kertas Sebagai Supercapasitor : Inovasi Energi Masa Depan

oleh: Rahmi Hidayati
Mahasiswa Bioteknologi Pascasarjana Universitas Andalas
Nanoteknologi dan Kesehatan Rabu, 19-12-2018 22:33 WIB

Nanoteknologi dan Kesehatan

oleh: Azzura Lygo S.Farm, Apt
Biotechnology Magister Student of Andalas University, Padang, Indonesia
Jalan Manggopoh Sabtu, 29-07-2017 12:41 WIB

Jalan Manggopoh

oleh: Oleh: Muhammad Ilham Fadli
Dosen IAIN Imam Bonjol - Padang