Home » Artikel

Jalan Manggopoh

Sabtu, 2017-07-29 | 12:41 WIB | 246 klik
Oleh: Muhammad Ilham Fadli

Oleh: Muhammad Ilham Fadli

Dosen IAIN Imam Bonjol - Padang

Nak, ketika kita balik ke Padang setelah berlebaran di kampung halaman, kamu kembali bertanya tentang jalan ini. JALAN MANGGOPOH. Jalan yang kita lalui, setiap kita pulang kampung serta balik ke Padang ini merupakan jalan yang namanya didedikasikan bagi "Cut Nya' Din"nya Minangkabau, Siti Manggopoh. Ayah memiliki kesan dengan jalan ini, ketika ayah masih kecil, seusia kamu.

Ayah ingin bercerita padamu Nak. Begini kisah ayah tentang Jalan ini !

.............................

Saya anak kampung. Di ujung paling barat Sumatera Barat. Sekitar tahun 1982, dalam usia 8 tahun, berkesempatan untuk bepergian ke kota Padang. Biasanya orang kampung saya, bila mau ke kota Padang, jalan laut merupakan jalan paling efisien dan rasional. Jalan darat, terlampau lama dengan tantangan "tekstur" jalan yang teramat buruk, sedangkan jalan laut, cenderung mulus bila badai tak datang. Padahal rute Air Bangis - Padang tak begitu jauh, sekitar 275 km. Rute yang sekarang bisa ditempuh (hanya) dengan 5 - 6 jam itu, pada tahun 1982, melalui jalan darat, memakan waktu hingga 15 jam, dengan mobil yang jauh dari rasa nyaman (karena sempit plus aroma rasa nano-nano). Saya masih ingat, Sampagul, PMP dan Mandala - adalah 3 buah nama mobil yang menyusuri rute Air Bangis - Simpang Empat - Talu - Panti - Lubuk Sikaping - Bukittinggi - Padang tersebut.

Tahun 1986, saya kembali berkesempatan ke kota Padang lewat jalan darat - "berdarmawisata" sambil perpisahan karena sudah menamatkan SD, istilah guru saya kala itu. Pada tahun ini, kami (hanya) menempuh jarak Air Bangis - Padang, 7 jam - lebih kurang. Kami tidak melewati Pasaman Timur yang berliku-lekok, karena jalan Pasaman - Padang Pariaman (kami istilahkan waktu itu jalan manggopoh) yang merambah rute Simpang Empat-Kinali-Manggopoh, telah selesai. Jalannya mulus, jembatannya kokoh-kuat-panjang. Saya melongo melihat jalan dan jembatan yang menurut saya dan kawan-kawan waktu itu hanya terdapat dalam film Chips. Pada perjalanan tahun 1986 tersebut, ada guru SD saya yang bertindak sebagai "guide", menerangkan hal ehwal jalan manggopoh. "Karena jalan manggopoh inilah, maka kita dari Air Bangis dan Ujung Gading bisa ke Padang dengan tenang dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Jalan ini dibangun pemerintah dengan kontraktornya orang Filipina", demikian kata guru saya itu. ITU saja yang ayah ingat .... Nak.

Ah, seandainya jalan ini tidak dibuka/dibangun pemerintah, tentu kita akan pulang kampung menempuh jarak yang cukup jauh. Karena itu, bersyukurlah !! :)

Komentar

Artikel lainnya

Ustad Syam dan Dakwah Konyol di TV Kamis, 27-07-2017 10:40 WIB

Ustad Syam dan Dakwah Konyol di TV

oleh: Oleh: Hamidulloh Ibda
Pengajar di STAINU Temanggung, editor buku Metode Dakwah Khalifah Abu Bakar Assi
Persepsi Sabtu, 15-07-2017 15:30 WIB

Persepsi

oleh: Oleh: Muhammad Ilham Fadli
Dosen IAIN Imam Bonjol - Padang
Generasi Muzzammil dan Sonia Jumat, 14-07-2017 00:40 WIB

Generasi Muzzammil dan Sonia

oleh: Oleh: Noni Zakiah, M.Farm, Apt
Dosen Farmasi Poltekkes Kemenkes Nanggroe Aceh Darussalam
Kapolri Tito Karnavian Kamis, 13-07-2017 13:31 WIB

Kapolri Tito Karnavian

oleh: Oleh: Muhammad Ilham Fadli
Dosen IAIN Imam Bonjol - Padang