Home » Artikel

Generasi Muzzammil dan Sonia

Jumat, 2017-07-14 | 00:40 WIB | 108 klik
Oleh: Noni Zakiah, M.Farm, Apt

Oleh: Noni Zakiah, M.Farm, Apt

Dosen Farmasi Poltekkes Kemenkes Nanggroe Aceh Darussalam

Di timeline bersliweran foto-foto Muzzamil dan Sonia yang (katanya) bikin baper para gadis dan mamak-mamak. Bagian mana yang paling bikin baper mak?

Waktu Muzzammil megang kening Sonia seraya mendoakannya?

Waktu Muzzammil ngelap keringat Sonia saat di pelaminan?

Atau waktu Muzzammil (nyoba) nggendong Sonia?

Apa? Semuanya bikin baper? *Puk-puk*

Sebagai sesama wanita, saya pahamlah perasaan patah hati itu. Akhwat jomblo mana yang ga pengen dapet imam masjid bersuara merdu dan berprestasi pula. Jauh lebih berasa patah hatinya ketimbang ketika mas Siapa itu namanya dan mbak Endless love mengumumkan resepsi pernikahannya. Dan sebagai emak-emak, saya juga bisa ikut menjiwai patah hatinya para emak yang kehilangan calon mantu.

Baca undangan Muzzammil dan Sonia aja bikin merinding. Undangannya sholat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan akad nikah. Untuk bisa bikin kita baper sebaper-bapernya seperti ini, Muzzammil engga kaya tahu bulat yang digoreng dadakan, jadi imam masjid Salman ITB yang memikat hati semua orang. Ada proses panjang sebelum itu. Ayah Muzzammil adalah seorang kepala sekolah, ibunya seorang guru MAN. Dua-duanya pendidik, bahkan ibunya adalah seorang pendidik ilmu agama. Muzzammil belajar ngaji dari umur 4 tahun. TK udah tamat iqro'. Masuk SD (Muzzammil masuk MIN) udah bisa baca quran. SD, SMP, SMA selalu ranking satu bahkan juara umum. Jadi ga heran klo bisa masuk ITB (alumni ITB mana suaranya, kenalkan saya alumni UNS.xixixi). Jadi imam masjid Salman ITB dari semester satu. Masyaalloh....

Coba lihat anak kita mak. Kita pengen punya mantu kaya Muzzammil. Atau kita pengen anak kita bisa mengikuti jejak Muzzammil. Lihat prosesnya mak. TK udah tamat iqro'. Anak saya mau masuk SD iqro' aja belum tamat. Klo lagi ngajarin iqro' emaknya ga sabaran. Pengennya diajarin sekali si anak langsung bisa baca quran lancar jaya.

Jadi imam masjid itu berarti hafalannya banyak mak. Ngga cukup juz 30 yang juga ngga lengkap-lengkap itu. Kita ngajarin anak buat hafalan sehari eh seminggu berapa kali? Atau biar belajar di sekolah aja lah. Emak udah capek dengan tugas domestik.

Jangankan ngajarin anak, tilawah sendiri aja belepotan. Niat tilawah, kepikiran piring kotor. Nyuci dulu. Anak numpahin susu. Ngepel dulu. Anak minta makan.nyuapin dulu. Udah sore, waktunya mandi. Mandiin anak. Nemenin belajar sambil kutak-katik hp, ngobrol seru di grup. Anak tidur, suami pulang. Nemenin suami. Tidur. Bangun udah pagi. Tilawah? Eh iya, belum jadi tilawah ya. Ibu Muzzammil udah pasti ngga kaya gitu mak.

Dan Sonia, siapa dia? Sonia adalah salah satu admin ODOLA (one day one line akhwat). Sehari ngapalin ayat quran satu baris mak. Laki-laki yang baik untuk wanita yang baik. Alloh milihin Sonia buat Muzzammil karena mereka sekufu. Satu level gitu.

Kita pengen punya mantu kaya Muzzammil, maka anak kita juga harus kaya Sonia yang sekufu dengan Muzzammil. Untuk bisa punya anak seperti Muzzammil dan Sonia, kita harus kerja keras mak, ga cukup dengan mimpi dan harapan.

Lawan kantuk demi nyimak bacaan quran anak-anak. Lawan capek demi nyimak murojaah anak-anak. Klo kita juz 30 aja ilang-ilangan, maka anak kita harus bisa hafal 30 juz. Aamiin.

Berat mak. Siapa bilang enteng? Kalo enteng, akan banyak bertebaran Muzzammil-muzzammil di dunia ini dan kita ga bakalan baper hanya karena Muzzammil menemukan tulang rusuknya. Memang berat mencetak generasi Muzzammil dan Sonia. Tapi Alloh udah naruh surga di telapak kaki kita mak. Ga mungkin kan Alloh naruh surga yang diimpikan semua orang begitu aja di kaki kita. Ada harga yang harus dibayar.

Minta mak, minta sama Alloh agar kita dimampukan mencetak generasi Muzzammil dan Sonia.

Jangan lelah mak, jangan lelah mengenalkan quran ke anak-anak kita. Meskipun jalannya tak mulus, meskipun di bangku SD anak kita masih berkutat di iqro' jilid 2, jangan lelah, Alloh melihat semua usaha kita. Jangan lelah...

sumber

Komentar

Artikel lainnya

Jalan Manggopoh Sabtu, 29-07-2017 12:41 WIB

Jalan Manggopoh

oleh: Oleh: Muhammad Ilham Fadli
Dosen IAIN Imam Bonjol - Padang
Ustad Syam dan Dakwah Konyol di TV Kamis, 27-07-2017 10:40 WIB

Ustad Syam dan Dakwah Konyol di TV

oleh: Oleh: Hamidulloh Ibda
Pengajar di STAINU Temanggung, editor buku Metode Dakwah Khalifah Abu Bakar Assi
Persepsi Sabtu, 15-07-2017 15:30 WIB

Persepsi

oleh: Oleh: Muhammad Ilham Fadli
Dosen IAIN Imam Bonjol - Padang
Kapolri Tito Karnavian Kamis, 13-07-2017 13:31 WIB

Kapolri Tito Karnavian

oleh: Oleh: Muhammad Ilham Fadli
Dosen IAIN Imam Bonjol - Padang