Home » Artikel

MERDEKA DI TENGAH PANDEMI COVID 19

Jumat, 2020-07-31 | 14:47 WIB | 59 klik
ANNISA WERIFRAMAYENI, M.I.Kom

ANNISA WERIFRAMAYENI, M.I.Kom

Alumni Pascasarjana S2 Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas

Portalsumbar.com - Padang,Bangsa Indonesia tengah berjuang menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi. Pada masa seperti ini bukan saatnya kita saling menyalahkan, melainkan bagaimana kita sebagai bangsa bergandengan tangan mengatasi krisis. Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 2020 sangat berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, terkait dengan masih adanya penambahan jumlah warga yang terinfeksi positif virus covid 19 atau corona. Sepinya perayaan ditahun ini tidaklah menyurutkan niat bagi yang ingin merayakan hari ulang tahun HUT RI ke- 75 secara daring dari rumah saja.

Di tengah masa Pandemi Covid-19, Indonesia tiga hari yang lalu 17 Agustus 2020 merayakan kemerdekaan yang ke 75 tahun, tentu usia yang sudah matang bagi sebuah negara. Dan saat ini negara kita dan dunia sedang di uji dengan covid, bak jauh dari kata merdeka, berbagai persoalan muncul dari krisis ekonomi, pendidikan daring yang tidak siap serta berbagai kebijakan yang dirasa kurang tepat oleh pemerintah.

Di momen 75 tahun Indonesia merdeka, sudah saatnya kita berbenah, mempersiapkan diri untuk hari esok, bahu membahu, bekerja bersama. Untuk menuju Indonesia emas dimana kondisi negara Indonesia diharapkan mampu bersaing dengan bangsa lain serta dapat menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan seperti korupsi dan kemiskinan. Indonesia emas diproyeksikan pada 100 tahun kemerdekaan negara Indonesia pada tahun 2045. Kita harus mulai siap dari sekarang, dibutuhkan kerja keras yang luar biasa, bukan kerja yang setengah - setengah.

Begitu banyak sekali dampak yang dirasakan oleh bangsa Indonesia terkait dengan adanya virus covid 19 atau corona ini. Dikarenakan banyaknya karyawan swasta yang harus dirumahkan bahkan sampai di PHK. Pemerintah menyadari dan mulai membangun kesiapan untuk menuju Indonesia emas yang kita cita - citakan, banyak perubahan besar yang harus kita lakukan, mulai dari pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur itu yang harus kita bangun.

Peran pemerintahlah yang sangat dibutuhkan pada saat ini, terkait dengan banyaknya masyarakat indonesia yang harus merasakan dampak dari virus covid 19 atau corona. Pembangunan sosial budaya, industri serta teknologi juga harus dilakukan, peran serta anak muda yang cerdas dan berkarakter harus terus di didik demi terciptanya generasi emas bangsa di 100 tahun indonesia merdeka 2045.

Mari kita rayakan HUT RI ke 75 ini dengan semangat gotong royong untuk memerangi pandemi covid-19, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan di rumah saja. Upacara bendera yang memperhatikan protokol kesehatan dan lomba 17 tentu harus diisi dengan lebih kreatif, bukan lagi berkumpul ria karena memang situasi tidak memungkinkan, tetapi banyak cara kita untuk merayakan kemerdekaan memanfaatkan kecanggihan teknologi pada masa saat ini. Kecanggihan teknologi benar-benar menjadi salah satu ajang yang sangat dibutuhkan, dengan adanya kecanggihan teknologi pada masa sekarang ini bisa melaksanakan upacara secara daring dari rumah saja secara khidmat.

Merdeka Indonesia, Merdeka di Tengah Pandemi Covid 19.(*)

Komentar

Artikel lainnya

RAYAKAN TUJUH BELASAN MESKI DIRUMAH SAJA Minggu, 30-08-2020 00:04 WIB

RAYAKAN TUJUH BELASAN MESKI DIRUMAH SAJA

oleh: ANNISA WERIFRAMAYENI, M.I.Kom
Alumni Pascasarjana S2 Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas
PAHIT MANIS JADI SEORANG MAHASISWA Jumat, 28-08-2020 00:01 WIB

PAHIT MANIS JADI SEORANG MAHASISWA

oleh: ANNISA WERIFRAMAYENI, M.I.Kom
Alumni Pascasarjana S2 Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas
BAHASA INDONESIA DI MASA ERA REVOLUSI 4.0 Sabtu, 15-08-2020 00:41 WIB

BAHASA INDONESIA DI MASA ERA REVOLUSI 4.0

oleh: ANNISA WERIFRAMAYENI, M.I.Kom
Alumni Pascasarjana S2 Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas
PENDIDIKAN MERDEKA PADA MASA PANDEMI COVID 19 Jumat, 07-08-2020 14:51 WIB

PENDIDIKAN MERDEKA PADA MASA PANDEMI COVID 19

oleh: ANNISA WERIFRAMAYENI, M.I.Kom
Alumni Pascasarjana S2 Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas